Sejarah G30S/PKI
Rakyat Indonesia menuntut pembubaran PKI [foto: istimewa]

NEWSWANTARA – Perjalanan sejarah G30S/PKI (Gerakan 30 September 1965) di Indonesia sangatlah kompleks. Pada awal berdirinya, Partai Komunis Indonesia (PKI) memiliki tujuan yang baik bagi perkembangan bangsa Indonesia. PKI merupakan partai komunis terbesar ketiga setelah Rusia dan Tiongkok sebelum akhirnya PKI hancur dan dinyatakan terlarang pada tahun 1965. Untuk mengetahui sepak terjangnya, berikut ini cerita singkat mengenai sejarah G30S/PKI di Indonesia.

Awal Berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) 

Pada awalnya PKI bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan oleh Henk Sneevliet yang merupakan gabungan dari partai sosialis Belanda dan SDAP. Kedua organisasi tersebut bersatu dibawah naungan SDP Komunis dari orang-orang sosialis Hindia-Belanda sebagai anggota. Pembentukan ISDV dilaksanakan sebelum adanya persiapan Indonesia menuju kemerdekaan tepatnya pada tahun 1914.

Pada awal pembentukannya, ISDV terdiri dari 100-an orang anggota dan hanya 3 orang yang merupakan pribumi. Kantor ISDV pada saat itu berada di Surabaya. Tujuan dari didirikannya partai ini adalah untuk membangkitkan jiwa nasionalisme dan menjadi jiwa yang merdeka dan mandiri.

Baca Juga: 2 November 1949, KMB Putuskan Indonesia Tanpa Irian Barat

Seiring berjalannya waktu, ISDV mulai berkembang dan memindahkan markasnya ke Semarang. Disana banyak kader dari pribumi yang begabung. Para pribumi yang bergabung datang dari latar belakang berbeda-beda, mulai dari kalangan agamis hingga nasionalis.

Pada kongres ISDV Mei 1920, nama organisasi ini berubah menjadi Partai Komunis Hindia (PKH) yang diketuai oleh Semaun dengan Darsono sebagai Wakilnya. PKH merupakan partai komunis pertama di Asia yang bergabung dengan Partai Komunis Internasional. Hingga pada tahun 1924 PKH berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Perjalanan PKI di Indonesia

PKI memiliki perjalanan yang panjang semenjak partai ini dibentuk. Hingga akhirnya mereka melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. Pemberontakan  yang dilakukan PKI selama perjalanan karirnya yaitu:

  • Pemberontakan 1926

Pemberontakan PKI pertama kali terjadi di Jawa Barat dan Sumatera barat. Beberapa orang yang dianggap membahayakan dibunuh dan dipenjara dengan kejam oleh pemerintah Belanda. Pada Tahun 1927 PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang, sehingga para kadernya melakukan rencana pemberontakan bawah tanah.

  • Menyusup ke organisasi Lain

Akibat dari pembunuhan yang dilakukan pemerintah Belanda kepada pemimpin PKI, pada saat itu juga PKI mengalami kemunduran. Hingga akhirnya pada tahun 1935, Muso kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan kebangkitan PKI. Langkah yang dilakukan PKI pimpinan Muso adalah dengan menyusupkan kader-kadernya kedalam organisasi lain seperti Perhimpunan Indonesia, Gerindo, Partindo dan Parindra.

  • Pemberontakan Madiun

PKI menginginkan Indonesia sebagai negara dengan dasar dan berasaskan Komunis. Pada tanggal 18 September 1948 mereka melakukan pemberontakan dan kerusuhan di  Madiun. Bersamaan dengan itu mereka membunuh Ulama dan para tokoh masyarakat. Pemberontakan ini berhasil dilumpuhkan oleh TNI dan Muso yang merupakan tokoh utama tewas.

  • Kebangkitan 1950

Setelah vaccum pasca pemberontakan Madiun, PKI kembali bangkit pada tahun 1950 dibawah pimpinan DN Aidit. Aidit memimpin PKI dengan semangat membara dan berhasil mendapatkan massa hingga ratusan ribu. Mereka juga medukung kebijakan pemerintah yang menentang kebijakan Eropa dan kolonialisme.

  • Gerakan 30 September 1965 

Pada tahun 1960, presiden Soekarno membentuk konsep NASAKOM (Nasionalis, Agamis, Komunis). Dengan adanya konsep tersebut nama PKI semakin besar dan terlembaga, sehingga mereka dapat dengan mudah masuk kedalam pemerintahan.

Pada perkembangannya, PKI menghendaki para buruh dan tani untuk dipersenjatai. Namun usulan mereka ditentang keras oleh TNI AD. Akibat ketidakpuasan tersebut, PKI merencanakan penghianatan besar-besaran yang mereka namakan Gerakan 30 September (G30S).

Tanggal 30 September 1965 dini hari, PKI yang dipimpin oleh DN Aidit melakukan pembunuhan berencana kepada 7 Jenderal TNI AD. Aksi Penculikan dan pembantaian dilakukan di Lubang Buaya. TNI segera mengambil tindakan atas tindakan yang dilakukan PKI.

Pada akhirnya pemerintah menyatakan PKI Sebagai organisasi terlarang di Indonesia dan dilakukan pembersihan secara besar-besaran terhadap PKI. Saat itu juga berakhirlah riwayat perjalanan PKI di Indonesia. Sejarah G30S/PKI merupakan kisah kelam bangsa Indonesia pada masa lalu semoga bisa menjadi pelajaran bagi generasi penerus bangsa.

Berikan Komentar Anda

avatar