Prasasti Yupa KITLV
Prasasti Yupa peninggalan Kerajaan Kutai (Foto: Museum Nasional, ca 1930 dan 1955)

NEWSWANTARA – Prasasti Yupa atau disebut juga sebagai Prasasti Mulawarman adalah salah satu benda sejarah peninggalan dari Kerajaan Kutai yang ditemukan di Muara Kaman, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Prasasti Yupa sekaligus menjadi bukti bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan bercorak Hindu tertua di Nusantara.

Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti sejarah Kerajaan Kutai, namun hanya 4 yang baru berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa Pra-Nagari, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar abad ke-4 dan jenis huruf tersebut sezaman dengan yang ada India pada saat itu. Prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi anustub.

(Baca Juga: Mengenal Karakter 4 Tokoh Punakawan dalam Wayang Kulit)

Isi dari salah satu yupa tersebut diketahui menceritakan bahwa raja yang memerintah Kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Untuk mengenang kedermawanan serta kemuliaan hati raja Mulawarman tersebut, para brahmana kemudian membangun tugu peringatan atau monumen yang terbuat dari batu. Tugu inilah yang kemudian disebut sebagai Yupa.

Isi dari Prasasti Yupa yang menceritakan kedermawanannya raja Mulawarman menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana tertuang dalam Prasasti Kutai I yang ada dalam Yupa, isi dan terjemahannya berdasarkan Buku Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto yang diterbitkan oleh Balai Pustaka halaman 36, adalah sebagai berikut:

“srimatah sri-narendrasya, kundungasya mahatmanah, putro svavarmmo vikhyatah, vansakartta yathansuman, tasya putra mahatmanah, trayas traya ivagnayah, tesan trayanam pravarah, tapo-bala-damanvitah, sri mulawarmma rajendro, yastva bahusuvarnnakam, tasya yajnasya yupo ‘yam, dvijendrais samprakalpitah.” 

Terjemahan dari teks Prasasti Yupa tersebut adalah:

Sang Maharaja Kundunga, yang amat mulia, mempunyai putra yang mashur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Sang Angsuman (dewa Matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti api (yang suci) tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra itu ialah Sang Mulawarman, raja yang berperadaban baik, kuat dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan yang dinamakan) emas amat banyak. Untuk peringatan kenduri (selamatan) itulah tugu batu ini didirikan oleh para brahmana.