Masjid Cheng Ho yang ada di Surabaya menjadi bukti akultrasi budaya yang dipadukan oleh Cheng Ho dalam penyebaran agama islam di Indonesia. [Pict : istimewa]

NEWSWANTARA – Laksamana cheng ho berkunjungan ke Indonesia sebanyak tujuh kali dari catatan sejarah yang ditemukan. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, sosok Cheng Ho sangat erat kaitannya dengan penyebaran Islam di nusantara. Mengedepankan pesan perdamaian dan persatuan menjadikannya sebagai sosok inpiratif dalam misi pelayarannya.

Jejak Cheng Ho di Indonesia dapat dilihat beberapa bangunan mesjid yang menjadi bukti petilasan di Indonesia. Sebuah lonceng juga yang diberikan ke sultanan Samudera Pasai di Aceh menjadi salah satu jejek hubungan dekat kerajaan di nusantara dengan laksamana Cheng Ho.

Baca juga : Mengulas Kembali Peristiwa Sejarah Bandung Lautan Api 

Bangunan itu seperti yang ada di Palembang, Semarang, Purbalingga, Pasurusan, Surabaya, Jember, Kutai Kertanegara, hingga Makasar. Terdapat juga Piring Porselen Bertulisan Ayat Kursi yang diberikan ke kerajaan cirebon dan sekarang bisa lihat dibeberapa bangunan di Cirebon.

Lukisan wajah Laksamana Cheng Ho. [Pict : istimewa]
Laksama Cheng Ho melakukan ekspedisi ke punjuru dunia yang bertujuan untuk membangun hubungan baik dengan kerajaan di dunia. Selain itu terdapat juga misi niaga, ekspansi diplomasi politik dan kebanggaan teknologi di bidang maritim, kedokteran, farmasi, pangan, tekstil dan keramik.

Ekspedisi itu dimulai sejak 1405 membawa Cheng Ho ke negara-negara Asia, Timur Tengah, sampai Afrika. Perjalanan yang disebut sebagai salah satu ekspedisi dengan armada paling besar dan hebat sepanjang masa. Dari catatan sejarah, ekspedisi ini melibatkan 300 kapal dengan 30 ribu kru yang terdiri dari tentara, kartografer, ahli astronomi, sampai sarjana alam.

Lokasi di nusantara pernah disinggahi beberapa kali olehnya, mulai Jawa enam kali, Samudera Pasai atau Lhoksemawe lima kali, Lambri atau Banda Aceh tujuh kali, dan Palembang empat kali, Kalimantan hingga Sulawesi. Kunjungannya pertama di Indonesia dimulai pada periode tahun 1405-1407 dan terakhir di tahun pelayaran 1431-1433.

Baca juga : Mengenal Masjid Tertua Di Indonesia 

Armada Laksamana Cheng Ho yang diutus oleh Kaisar Yong Le (Dinasti Ming) singgah di berbagai tempat di Nusantara. Di kota-kota pantai yang disingahi Cheng Ho membentuk komunitas Islam pertama di Nusantara.

Hal ini menunjukkan bahwa pada awal abad XV, Tionghoa muslim yang bermazhab Hanafi sudah ada di Nusantara. Kebanyakan penganutnya orang Yunnan yang hijrah ke Nusantara pada akhir abad XIV, dan sisa-sisa laskar Mongol yang menghuni wilayah Majapahit.

Cheng Ho memang pantas disebut sebagai simbol akulturasi. Sebagai seorang Tiongkok pemeluk islam yang penuh jiwa toleransi. Sosok kepemimpinanya saat dirindukan terlebih bagi Indonesia yang skarang ini.  Selama perjalanannya, Laksamana Cheng ho memberikan hadiah sebagai bentuk rasa hormatnya pada daerah yang disinggahi.


Dikelolah dari berbagai sumber 

Berikan Komentar Anda

avatar