Korea Open Memory Championship
Shafa Annisa (siswi SMPN Kesatuan Bangsa, Jogja) dan Rayyan Hanif (SMP Nurul Fikri Depok), dua anggota kontingen Indonesia di ajang Korea Open Memory Championship di Korea Selatan, 18-19 Februari 2017. (Dok. Indonesia Memory Sports Council)

NEWSWANTARA –¬†Mengingat sesuatu itu penting, tapi kalau daya ingat diperlombakan akan menjadi asing bagi sebuah pelombaan. Kompetisi itu bernama Korea Open Memory Championship. Digelar di Chung Ang University pada 18-19 Februari lalu.

Kompetisi ini diikuti 184 orang dari 12 negara. Terbukti, Indonesia memboyong 22 medali dari kejuaraan mengingat di Korea Selatan. Mereka mengharumkan nama bangsa dengan meraih 22 medali.

Di kategori junior, Fakhri (SMAN 26, Jakarta) berhasil membawa pulang 1 emas, 5 perak, dan 2 perunggu (ditambah 1 perak posisi keseluruhan). Disusul Fathimah Aiko (SMP Salman Alfarisi, Bandung) dengan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu posisi keseluruhan. Lalu ada Shafa Annisa (siswi SMPN Kesatuan Bangsa, Jogja) dengan 3 perunggu.

Sebanyak 3 Medali (2 perak dan 1 perunggu) juga berhasil dibawa pulang Ketua Tim Yudi Lesmana di kategori dewasa. 4 anggota tim lainnya juga masing-masing berhasil membawa pulang 1 medali perunggu yaitu Rayyan Hanif (SMP Nurul Fikri, Depok), Rifda Almira (SMA Edu Global School, Bandung), Hanifah Khalillah (SMA Edu Global School, Bandung), dan terakhir Aulia Nadia (SD Sinar Cendikia, Tangerang).

Rekor fantastis juga dicetak Fakhri yang mampu mengingat 660 digit angka biner acak dan 58 kejadian dan tahun dalam 5 menit. Sedang Aiko mampu mengingat 60 urutan kata acak dalam 5 menit. Shafa berhasil mengingat 166 urutan kartu dalam 10 menit dan Yudi Lesmana mengingat 188 digit angka yang diucapkan dalam waktu 188 detik.

Total 2 emas, 10 perak, dan 10 perunggu berhasil dibawa pulang tim serta menempatkan Tim Indonesia pada posisi ke-2 Overall Junior setelah Mongolia. Di kategori dewasa, keluar sebagai Juara pertama, Johannes Mallow (Former World Memory Champion) dari Jerman.

Selain medali, Indonesia juga membawa pulang hadiah total 1,000,000 KRW dari panitia penyelenggara acara serta hadiah tambahan dari PT. Kaltim Prima Coal kepada anak-anak Indonesia berprestasi dalam bidang Memory Sports dengan total Rp. 45,000,000 dalam bentuk sponsorship untuk memotivasi anak-anak agar lebih berprestasi lagi.

Hasil Kejuaraan ini membuktikan kemampuan otak anak bangsa Indonesia tidak dapat dipandang sebelah mata. Walaupun dengan dukungan yang sangat terbatas dari pemerintah, Tim Memory Sports Indonesia tetap menunjukkan taringnya di mata dunia dan membawa harum nama Indonesia.


Sumber: CNN Indonesia

Berikan Komentar Anda

avatar