IMF-World Bank Annual Meeting 2018
Indonesia dinilai sukses gelar Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018. (Foto: Reuters/Johannes P. Christo)

NEWSWANTARA –¬†Indonesia dinilai telah berhasil menjadi tuan rumah pertemuan tahunan dana moneter internasional atau International Monetary Fund atau Bank Dunia 2018. Sejumlah pujian pun dilontarkan oleh beberapa perwakilan peserta kepada Indonesia pada acara yang berlangsung di Nusa Dua Bali yang dihadiri oleh 36.619 peserta dari 189 negara.

Baca Juga:

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018 ini merupakan kerja keras dari dua pemerintahan yaitu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, pengajuan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan pada September 2014 silam. Dari sejumlah pertimbangan akhirnya Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober 2015.

Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah IMF-World Bank Annual Meeting tidaklah mudah, Indonesia Harus bersaing dengan negara lain untuk menjadi tuan rumah. Proses pemilihan tidak jauh berbeda dari seleksi tuan rumah untuk perhelatan APEC atau ajang olahraga seperti ASIAN Games.

Pertemuan di Bali ini termasuk yang terbesar untuk penyelenggaraan diluar Amerika Serikat, bahkan Direktur Pelaksana dan Ketua Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde kembali memuji ekonomi Indonesia dengan menyebut ekonomi Indonesia “Excellent“. Pujian ini diberikan setelah menyaksikan perubahan signifikan yang dialami perekonomian Indonesia sejak mengalami krisis keuangan sekitar 20 tahun lalu meskipun nilai tukar rupiah saat ini terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan agar para pemimpin dunia untuk bersatu dalam menghadapi berbagai ancaman global. Menurut Presiden Jokowi, perang dagang yang terus dipraktekkan hingga saat ini akan berakhir pada dunia yang porak-poranda. Selain itu ancaman global tidak hanya dari sisi ekonomi saja, namun juga masalah lingkungan yang mengancam kehidupan.

Ada 8 topik utama yang menjadi fokus Indonesia selama pertemuan ini dilangsungkan, di mana beberapa topik diantaranya adalah ekonomi, digital urbanisasi, sumber daya manusia hingga ekonomi syariah.

Selain pertemuan tahunan, Indonesia mendapat sejumlah keuntungan dari pertemuan ini. Indonesia bisa menjalin kesepakatan bersama mengeneai isu ekonomi global hingga pariwisata serta memperluas jaringan internasional. Meski mendapat sejumlah kritikan namun dalam pertemuan ini Indonesia berhasil menarik kesepakatan investasi mencapai 13,5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 202 triliun.

Berikan Komentar Anda

avatar