Sumber: Antara

NEWSWANTARA – Seakan tidak tertandingi, kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi internasional membuat nama Batavia Madrigal Singers terdengung kembali. Perjuangannya dalam kompetisi internasional 48 th Tolosa Choral Contes membuahkan hasil yang sangat memuaskan.

Dipimpin oleh Avip Priatna, BMS (Batavia Madrigal Singers) mendapatkan juara pertama kategori polyphony serta juara pertama kategori Basque Song and Popular Music/Folklore. Tampil mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT), BMS lebih mengedepankan budaya Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, BMS membawa beberapa lagu daerah seperti lagu Benggong dari Manggarai, NTT dan lagu berbahasa Indonesia yang berjudul Hentakan Jiwa, yang telah diaransemen oleh Ken Steven. Lagu-lagu tersebut dibawakan dengan koreografi apik yang ditata oleh Sonja Simanjuntak.

Lagu lainnya yang dibawakan oleh BMS dalam kompetisi ini adalah Canticum Novum karya Ivo Antognini, Et J’aime Uniquement karya Jesus Egiguren, Ehre Sei Gott in der Hohe karya Felix Mendelssohn, Xoxo Beltz Bat Banuen karya Karlos Gimenez, dan Wade in de Water karya Allen Koepke.

Tidak ketinggalan dengan lagu pop medley yang berjudul I Love You – what a Wonderful World karya aransemen komposer Amerika Craig Hella Jhonson yang diiringi oleh pianis Stephanie Onggowinoto. Penampilan yang memukau menjadikan BMS sebagai paduan suara Indonesia pertama yang meraih juara umum di kompetisi Tolosa Choral Contes.

Pencapaian yang diraih BMS merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan bagi Indonesia. Prestasi BMS menunjukan bahwa Indonesia mampu dalam berkompetisi pada tingkat internasional sekalipun.

Berhasil menyisihkan paduan suara dari Norwegia, Taiwan, Lituania, Kolombia, Slovenia, Italia, Jerman, Kuba, Spanyol, Hungaria, Belanda, Latvia, Inggris, dan Swedia adalah kebanggaan yang besar bagi BMS.

Tolosa Choral Contest merupakan salah satu kompetisi paduan suara tersulit yang tergabung dalam European Grand Prix in Choral Singing (EGP). Babak grand final EGP tahun mendatang akan mempertemukan para juara umum di tahun berjalan dari enam kompetisi yang terafiliasi di dalamnya.

Kemenangan sebagai juara umum, BMS akan bertanding kembali pada babak final EGP 2017 melawan para pemenang juara umum kompetisi EGP tahun ini yang menuntut standar kemampuan serta artistik yang sangat tinggi dari pesertanya. Dan merupakan tantangan baru bagi BMS untuk bisa membuktikan kemampuannya lebih baik lagi.

Selain berlaga di ajang kompetisi, BMS juga tampil dalam serangkaian konser di kota sekitar Tolosa antara lain di Beasain, San Sebastian dan Pamplona. Serta konser di kota Sevilla pada 3 November yang diorganisir Centro de Iniciativas Culturales de la Universidad de Sevilla (CICUS).

Batavia Madrigal Singers merupakan salah satu ensembel vokal terkemuka di Indonesia yang telah banyak mengukir prestasi di dunia musik internasional maupun dalam negeri. Namun untuk kali ini, BMS bisa bangga atas apa yang didapat, mengingat kompetisi Tolosa Choral Contest menjadi kompetisi tersulit dalam kompetisi paduan suara.

Prestasi BMS mencatat rekor bagi Indonesia, mengingat untuk kali pertama bagi team Indonesia yang berhasil mengukir namanya dalam kompetisi paduan suara bergengsi di ajang internasional. Prestasi gemilang yang dicetak BMS merupakan akumulasi dari kerja sama team hingga mampu menunjukkan Indonesia itu bisa berkompetisi dalam skala internsional.

Berikan Komentar Anda

avatar