Tank Boat Antasena
Antasena menjadi tank boat pertama di dunia buatan Indonesia. [pict: Istimewa]

NEWSWANTARA – PT Pindad (Persero) baru saja mengembangkan sebuah tank boat yang diberi nama Antasena. Tank boat ini merupakan terjemahan dari kondisi dan tantangan geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan perairan.

Pembuatan tank boat ini tentunya membuat bangsa kita bangga, karena Indonesia sudah bisa membuat kapal yang bagus dan sudah mulai dipesan oleh negara lain. Ini menandakan produk alat pertahanan dari Indonesia sama dengan produk negara besar lainnya.

Nama Antasena sendiri diberikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat meninjau booth Pindad dalam Indo Defence 2016 di JIExpo Kemayoran. Nama Antasena diambil dari nama tokoh mitologi pewayangan yang mampu menyelam di dalam air.

Baca Juga: KRI Tarakan 905, Kapal Tanker Dengan Kemampuan RAS System

Tank boat Antasena dibuat dengan kerja sama antara PT Pindad (Persero) dengan perusahaan lokal PT Lundin Industry Invest dan CMI Defence asal Belgia.

Pembuatan tank boat ini merupakan pertama di dunia. Kapal tank ini memiliki panjang 18 meter dengan tenaga penggerak menggunakan mesin diesel. Tank boat ini mampu melaju hingga 50 knot dari perairan dangkal hingga ke laut lepas. Alat tempur di air ini juga dibekali senjata Remote Control Weapon System (RCES) dengan kaliber 7,62 mm dengan sistem navigasi yang canggih.

Tank boat ini memiliki daya jelajah 400 nautical mile (40 knot) atau setara 2003 mil setara dengan jarak dari Jawa ke Kalimantan tanpa perlu refuel (isi bahan bakar). Dilengkapi juga dengan rudal untuk mengejar pesawat.

Indonesia sebagai negara maritim sangat memerlukan alat pertahanan seperti ini. Tank boat Antasena mampu menembakkan peluru hingga 15 km dengan tembakan tidak langsung (vertikal artileri). Tembakan sampai 5 kilometer untuk direct fire (tembakan langsung).

Baca Juga: Menggali Potensi Industri Galangan Kapal di Indonesia

Dalam upaya menghemat berat kapal, Lundin mengintegrasikan bahan komposit ringan yang lebih ringan 10 kali dan lebih kuat 10 kali dibanding baja dan juga tahan api. Hal ini berbeda dengan material yang pernah digunakan pada Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran, KRI Klewang 625. Tank boat Antasena memanfaatkan bahan alumunium untuk kubah menaranya.

Sementara itu, CMI Defense bertanggung jawab memasok sistem turet Cockerill XC-8 105HP yang sudah memiliki sistem komputer balistik dan stabilisasi untuk memberikan solusi dan koreksi atas sudut penembakan. Sistem kubah ini diawaki dua orang yang telah mengintegrasikan bustle-mounted autoloader.

Berikan Komentar Anda

avatar