Pict : mentawaikab.go.id

NEWSWANTARA – Kepulauan yang terletak pada Provinsi Sumatera Barat dengan ombaknya yang menantang bagi para surfer. Terdiri dari beberapa pulau yakni Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Namun kebanyakan dari masyarakat lokal Mentawai menghuni Pulau Siberut, pulau terbesar di Kabupaten kepulauan Mentawai.

Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualang, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri. Setidaknya ada 400 titik selancar di Mentawai, 23 diantaranya berskala internasional. Letaknya yang dikelilingi oleh Samudra Hindia, Mentawai pernah diterjang tsunami pada tahun 2010 silam.

Gelombang yang memporak-porandakan Mentawai telah mengisolir masyarakat hingga menghancurkan fasilitas umum. Pasca gelombang tsunami, masyarakat Mentawai tidak ingin terus larut dalam kesedian. Potensi yang dimiliki Kepulauan Mentawai mulai ditata untuk bisa kembali memperkenalkan Mentawai pada dunia dengan ombaknya.

Baca Juga : Sektor Pariwisata Sebagai Aset Indonesia

Mentawai menjadi tempat yang tepat bagi mereka para pencari tantangan dan keindahan alam. Mentawai tampil bersinar dengan semua pesona alam dan menjadikannya sebagai tempat mengasingkan diri yang luar biasa dari sibuknya kehidupan. Mentawai adalah habitat alami bagi 16 spesies endemik, dan beberapa dari mereka dikategorikan sebagai spesies yang hampir punah, salah satunya adalah monyet Simakobu. 

Pict : beritasatu.com
Pict : beritasatu.com

Pantai di Mentawai menawarkan salah satu ombak dengan gelombang tertinggi di dunia yang mencapai 3 sampai 4 meter yang sangat menantang adrenalin. Sekali mendaratkan diri di pulau surga yang tersembunyi ini, maka selanjutnya akan mendayung masuk ke arena surfing terbaik di dunia. Menukik tinggi, melengkung seperti lukisan, meluncur di lorong ciptaan-Nya yang indah tanpa harus tergilas oleh hempasannya.

Kegilaan ombak mentawai telah terbukti dengan diadakannya event berskala internasional. Mentawai International Pro Surf Competition yang pernah dilaksanakan merupakan bentuk partisipasi pemerintah dalam mengenalkan mentawai kepada dunia internasional. Selain surfing, ada empat tempat diving utama di Mentawai yaitu Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Panorama bawah laut pulau ini tidak kalah eksotis dengan pulau lainnya seperti di Pulau Lombok.

Menjadwalkan mengunjungi Kepulauan Mentawai menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan, dikarenakan ombak terbaik akan terjadi pada musim kemarau, Maret hingga Oktober. Seakan tidak ada habisnya, pertunjukan Kepulauan Mentawai dilanjutkan dengan kebudayan masyarakat setempat yang unik. Dikategorikan sebagai warisan dari era neolitik dan mereka memiliki kepercayaan yang kuat pada alam. Maka dari itulah kehidupan penduduk lokal Kepulauan Mentawai sangat dipengaruhi oleh alam. 

Suku Mentawai, Pict : sejarah26sinta.blogspot.com
Suku Asli Mentawai, Pict : sejarah26sinta.blogspot.com

Kebudayaan di Pulau Mentawai ini memang sangat menakjubkan, salah satunya yakni tato. Tato adalah salah satu simbol paling penting bagi orang Mentawai, yang mencerminkan kematangan, kedewasaan dan status. Seni body painting ini diwarisi dari nenek moyang mereka, yang menggunakan tinta tato alami terbuat dari daun.

Baca Juga : Tato Tradisional Suku Dayak Kalimantan

Selain itu wisatawan yang berkunjung ke pulau yang menjadi surganya para peselancar ini bisa belajar tarian tradisional (tarian perang dan terima kasih kepada alam), hingga melakukan studi Etnografi, karena disini terdapat salah satu suku tertua di Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar