Pict : dream.co.id

NEWSWANTARA – Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kawasan wisata halal di dunia. Hal itu dikarenakan syarat penunjang seperti sarana dan prasarana serta pelayanan wisata halal yang ada di Indonesia mayoritas semuanya telah terpenuhi.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan dirinya sebagai destinasi wisata halal unggulan. Peluang tersebut adalah daya tarik pariwisata yang beragam dan sudah berkembang.

Selain itu, Muslim friendly amenities seperti halnya hotel, restoran dan lain-lain juga sudah mulai berkembang. Apalagi, saat ini kerjasama dengan organisasi multinasional untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata halal relatif mudah dilaksanakan. Oleh karenanya, bukan sesuatu yang sulit bagi Indonesia jika nantinya dijadikan sebagai pusat destinasi bagi wisatawan muslim mancanegara.

Pariwisata halal dalam beberapa tahun terakhir memang sedang menjadi tren di dunia. Tak kurang sekitar dua juta wisatawan asing yang beragama muslim berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Peluang Indonesia untuk bisa menggaet devisa dari wisata halal masih sangat terbuka lebar

Berdasarkan studi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, jumlah total wisatawan Muslim dunia mencapai angka 117 juta di tahun 2015. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga 168 juta wisatawan di tahun 2020 dengan total nilai pengeluaran di atas US$200 miliar atau Rp2,6 triliun.

Jika dibandingkan dengan negara-negara yang ada di Asia Tenggara dalam konteks wisata halal, berdasarkan data Sofyan Hospitality Analysis dari World Travel Tourism Council (WTTC) Indonesia baru bisa mendatangkan devisa negara dari pariwisata halal sebanyak US$11,9 miliar.

Baca Juga : Keunggulan Aceh Sebagai Destinasi Wisata Halal

Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga seperti halnya Singapura yang mampu mendulang US$16 miliar, Malaysia sebesar US$15 miliar, bahkan Thailand mampu mendulang keuntungan dari bisnis wisata halal sebesar US$47,4 miliar.

Atas dasar itulah Kementerian Pariwisata terus berupaya untuk menggenjot wisata halal di Indonesia. Salah satunya melalui realisasi Halal Port, Halal Hub, dan Halal Zone di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia.

Kementerian Pariwisata kini juga sedang mengembangkan Jakarta Intenational Halal Hub (JIHH). Pembangunan tersebut memberikan harapan akan zonasi baru destinasi halal di Ibu Kota Jakarta. Saat ini Indonesia telah memiliki lima destinasi prioritas halal, yakni Lombok, Aceh, Sumatera Barat, Bandung, dan Jakarta.

Yang harus menjadi pemahaman kita bersama adalah, halal bukan merupakan sebuah produk, akan tetapi kriterianya yang memenuhi persyaratan produk untuk pelayanan halal kepada para wisatawan muslim yang berkunjung ke Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar