Pict : galamedianews.com

NEWSWANTARA – Jumat (13/5/2016) tercatat sebanyak 50 pemandu wisata yang merupakan mantan tenaga kerja yang pernah bekerja di Timur Tengah dan santri pondok pesantren di Lombok, tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) kepemanduan Wisata Budaya dan Bahasa Arab di Mataram. Diklat tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata sehubungan dengan rencana pengembangan wisata berlabel halal di Indonesia.

Selama enam hari, para peserta diklat diberikan materi dasar tentang kepariwisataan, kebudayaan dan kesenian Lombok serta peraturan daerah (perda) Nusa Tenggara Barat tentang Pariwisata Halal. Disamping itu para peserta juga diberikan materi mengenai pengenalan budaya dan adat istiadat Arab.

Sejak diberlakukannya wisata halal, di Nusa Tenggara Barat sendiri telah memperoleh dua penghargaan di Abu Dhabi Uni Emirat Arab pada Oktober 2015. Dari perhelatan The World Halal Travel Summit & Exhibition (WHTSE) 2015, Model The Fastest Growing Tourism Sector, yang digelar 19-21 Oktober 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,

Ada tiga award yang sukses diraih oleh Indonesia. Salah satu penghargaan tersebut diterima Sofyan Hotel Betawi, Jakarta, untuk World’s Best Family Friendly Hotel. Sedangkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat memperoleh dua penghargaan sekaligus, yakni World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination.

Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata pada saat itu mengatakan bahwa, penghargaan tersebut cukup prestisius dan semakin memperkuat posisi Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai tujuan wisata halal kelas dunia. Hal tersebut dikarenakan, belanja pasar Timur Tengah, terutama Uni Emirat Arab, adalah yang paling besar, yakni sekitar US$ 1.700 per kepala.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat, wisata halal tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan muslim yang mayoritas berasal dari negara timur tengah. Peningkatan kunjungan wisatawan muslim tersebut mencapai hingga 30 persen.

Pada tahun 2015, tercatat angka kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat telah mencapai lebih dari dua juta orang. Pada Tahun 2016 ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat menargetkan kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Tenggara Barat mencapai tiga juta orang, yang terdiri atas 50 persen wisatawan mancanegara dan 50 persen wisatawan domestik.

Selain mendukung promosi wisata berlabel halal, dengan menggelontorkan dana hingga mencapai Rp 1,5 miliar, Kementerian Pariwisata juga menanggung pembiayaan pencahayaan Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Mataram hingga Rp 2,4 miliar.

Lombok – Sumbawa digadang-gadang akan menjadi salah satu daerah terdepan dari tiga tujuan wisata halal di Indonesia, selain Sumatera Barat dan Aceh. Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri saat ini telah memiliki peraturan daerah mengenai wisata halal tesebut.

Berikan Komentar Anda

avatar