NEWSWANTARA – Indonesia punya modal kuat pada bidang pariwisata. Pada tahun 2019, sektor pariwisata Indonesia akan menjadi sektor penyumbang terbesar untuk devisa negara. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata tahun 2014, sektor pariwisata menjadi penyumbang keempat terbesar devisa negara sebesar Rp. 133,9 triliun.

Sumbangan sektor pariwisata masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan sumbangan dari sektor migas yang mencapai 32 miliar US, disusul dari sektor batubara dengan devisa mencapai 24 miliar US. Sektor pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi.

Menaruh harapan pada sektor pariwisata bukan sesuatu yang tidak mungkin untuk Indonesia. Keberagaman yang dimiliki Indonesia menjadi nilai jual untuk Indonesia. Tercatat bahwa 50% wisatawan memilih mengunjungi budaya yang didalamnya terdapat kuliner, sejarah, dan desa wisata. Sebanyak 30% wisatawan memilih wisata alam dan sisanya wisata buatan.

Indonesia memiliki semua, utamanya budaya yang sangat beragam terbentang dari Sabang sampai Merauke. Ragam budaya yang dimiliki Indonesia hadir dari masing-masing daerah di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia menyebutkan jumlah suku di Indonesia yang berhasil terdata adalah sebanyak 1.128 suku bangsa.

Secara umum dapat digambarkan suku yang ada di Indonesia terdiri dari Jawa, Sunda, Melayu, Dayak, Bugis, Madura, Batak, Minangkabau, dan masing-masing memiliki kebudayaan. Keberagaman yang ada di indonesia menjadi modal besar untuk dijadikan objek pada sektor pariwisata. Kaya akan budaya memungkinkan untuk mewujudkan sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar.

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai-nilai penting dan bersifat fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus tetap dijaga agar tidak luntur atau hilang, sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. melestarikan budaya asli negara sendiri tidak hanya mesti dilakukan oleh orang-orang tua saja yang mengenakannya tetapi anak muda juga harus berani dan percaya diri untuk melestarikan budaya asli negara sendiri.

Membangkitkan sifat nasionalisme merupakan salah satu bentuk untuk berusaha melestarikan budaya yang dimiliki Indonesia sekarang ini. Kebudayaan yang dimiliki Indonesia akan diwarisi secara turun-temurun kepada generasi selanjutnya. Sifat nasionalisme yang mampu membendung pengaruh dari budaya luar.

Memupuk rasa nasionalisme membantu menumbuhkan rasa percaya diri akan budaya sendiri hingga nantinya akan timbul kebanggaan terhadap budaya sendiri. Bukan orang lain melain kita semua bangsa Indonesia terutama kepada pemuda Indonesia untuk bersama-sama meneruskan estafet kejayaan Indonesia untuk generasi mendatang.

Berikan Komentar Anda

avatar