wisatawan mancanegara di Indonesia
Alam, budaya dan sejarah Indonesia yang indah seakan menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara untuk menjelajahi seluruh bagiannya. (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Sektor pariwisata di Indonesia merupakan sektor yang cukup potensial dalam menggenjot devisa negara. Salah satu alasannya karena sumber daya yang dibutuhkan untuk pengembangan pariwisata semuanya telah tersedia di dalam negeri. Selain sumber daya manusia (SDM), sumber daya yang dimaksud antara lain adalah luas wilayah serta keragaman yang dimiliki oleh Indonesia. Sumber daya inilah yang pada akhirnya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam destinasi wisata yang cukup eksotis dan memukau. Tak hanya wisata alam yang kaya, wisata budaya serta sejarah di Indonesia juga tidak kalah menarik. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki ratusan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

(Baca Juga: Modal Kuat Indonesia Pada Bidang Pariwisata)

Beberapa destinasi wisata domestik yang sudah dikenal oleh wisatawan mancanegara seperti Pulau Bali, Taman Nasional Bunaken serta Raja Ampat menjadi salah satu keunggulan obyek wisata yang ada di Indonesia. Infrastruktur dan aksesibilitas yang sudah semakin baik akan menjadikan pariwisata Indonesia berpotensi besar sebagai prioritas penghasil devisa serta melaju menjadi andalan utama devisa negara.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pendapatan devisa dari sektor pariwisata pada 2015 mencapai US$ 12,23 miliar atau setara Rp 169 triliun. Jumlah tersebut berada pada urutan ke empat sebagai penyumbang devisa terbesar tahun 2015, di bawah sektor migas, batu bara dan kelapa sawit. Kemudian pada tahun 2019, pendapatan devisa dari sektor pariwisata ditargetkan sebesar US$ 20 miliar dan akan menjadi yang terbesar mengalahkan hasil devisa dari ekspor sawit maupun migas. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan 20 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada 2019.

(Baca Juga: Pariwisata yang Menjadi Aset Indonesia)

Beberapa program untuk menggenjot pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata telah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya yakni melalui penanaman modal asing (PMA). Pemerintah pun berkeyakinan, melalui Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment) akan bisa menggenjot pertumbuhan investasi lima tahun mendatang (2019-2024) dengan angka minimal pertumbuhan rata-rata sebesar 25%. Investasi tersebut berpotensi mendatangkan devisa dari sektor pariwisata yang diperkirakan mencapai Rp180 triliun atau setara US$13,3 miliar dan akan membuka lapangan pekerjaan baru serta menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Saat ini pemerintah juga telah menetapkan lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Kawasan wisata prioritas tersebut tengah didorong pengembangan infrastrukturnya yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 serta akan dipromosikan secara masif agar segera terwujud dalam waktu yang sangat cepat.