Sumber: kandhani.net

NEWSWANTARA – Kabupaten yang terletak diujung timur Pulau Jawa ini menyimpan banyak potensi, terlebih pada sektor pariwisatanya. Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menyita perhatian dalam 5 tahun belakangan ini.

Potensi pariwisata yang dimilki telah dikenal hingga dunia internasional khususnya bagi surfer dunia yang tertantang dengan ombak besar. Memiliki ombak yang indah dan tinggi menjadi incaran bagi para peselacar dunia hingga mampu menyuarakan Banyuwangi pada dunia internasional.

Ombak yang dikenal dengan istilah G-Land setara dengan ombak kelas dunia seperti yang terdapat di Hawaii. Spot berkelas yang mengisyaratkan untuk wajib mengunjungi Banyuwangi.

Dikenal dengan pengembangan pariwisatanya yang tergolong berhasil, Kabupaten Banyuwangi berhasil bertransformasi dari daerah yang ‘sekedar lewat’ menjadi daerah tujuan. Hal tersebut terbukti dengan pendapatan perkapitanya yang semakin meningkat.

Pada tahun 2015, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banyuwangi berhasil melampaui targetnya sebesar Rp 303 miliar dari target yang ditetapkan Rp 249 miliar. Dari aspek kapasitas fiskal, kemampuan APBD pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Belanja pemerintah turut menggerakkan perekonomian.

Merujuk pada data Pemda Banyuwangi, jika pada 2010, APBD baru Rp 1,29 triliun, maka tahun 2015 lalu menembus angka Rp 3 triliun. Terjadi peningkatan APBD sebesar 133 persen dari 2010 ke 2015. Secara kumulatif tumbuh 171,43 persen dari 2010 ke 2015 atau rata-rata 34,28 persen pertahun. Lebih tinggi dari nasional yang hanya di kisaran 15 persen pertahun

Kemampuan pengembangan pariwisata akan menimbulkan multiplier effect. Perkembangan pariwisata akan sejalan dengan pertumbuhan fasilitas pendukung pada konsep pariwisata. Dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata, maka kemunculan penginapan dan beberapa fasilitas pendukung lainnya bisa membawa pemasukan bagi pemda setempat.

Untuk mengoptimalkan pengembangan pariwisata di Banyuwangi, Pemda Banyuwangi telah memasang tapping box yang ditempatkan di hotel dan restoran. Tapping box adalah sejenis mesin kasir atau komputer untuk mendata tamu sesuai dengan jumlah tamu yang datang.

Tapping box akan membantu pendataan dalam pengawasan tamu yang berkunjung ke Hotel. Dengan menggunakan alat ini, semua tamu yang datang tidak akan terlewatkan datanya. Sehingga pihak hotel juga bisa bayar pajak sesuai jumlah tamu yang datang. Mengingat salah satu yang memperoleh manfaat dari geliatnya pariwisata adalah hotel dan restoran.

Pengembangan pariwasata yang dijalankan oleh Pemda Banyuwangi telah di akui oleh dunia internasional. Inovasi pengembangan pariwisata Banyuwangi mendapat apreasiasi dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pariwisata (The United Nations World Tourism Organization).

The Nations World Tourism Organization (NWTO) memberi Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola. Berhasil
menyabet penghargaain ini Banyuwangi sukses mengalahkan pesaingnya seperti Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Banyuwangi tidak hanya mempunyai obyek wisata alam yang kelas dunia seperti Kawah Ijen, Plengkung, maupun Sukomade, namun penyelenggaraan Banyuwangi Festival yang
terus bertambah dari tahun ke tahun merupakan faktor penting dalam menunjang pertumbuhan wisatawan.

Meningkatnya pamor Kabupaten Banyuwangi di sektor parwisata menjadikan Banyuwangi memilki daya tarik bagi para investor dan para pelaku usaha untuk berinvestasi yang nantinya bisa menyumbang pendapatan daerah Banyuwangi. Semakin meningkatnya investor dan pelaku-pelaku usaha di Banyuwangi menambah pajak yang masuk ke daerah .


Baca Juga :

Berikan Komentar Anda

avatar