pict : cnnindonesia.com

NEWSWANTARA – Dunia fesyen selalu identik dengan kesan glamor dan selalu berbicara tentang penampilan. Dalam hal fesyen khususnya busana muslimah dan jilbab yang saat ini sedang menjadi tren terutama di kalangan anak muda perempuan muslimah tak lepas dari kesan glamor yang melekat.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, berkembangnya fesyen jilbab menunjukkan dampak positif, bahwa kesadaran perempuan muslimah di negeri ini untuk menjalankan perintah agama dengan menggenakan jilbab sudah mulai tumbuh.

Dulu jilbab dikenal sebagai simbol religiusitas seseorang dan merupakan perintah dalam agama dengan maksud dan tujuan untuk menutupi dan melindungi aurat wanita dari pria-pria yang ‘bukan mahram’-nya, tetapi kini menjadi sebuah komoditas yang memiliki daya jual dengan semakin beragamnya model jilbab yang ada saat ini.

Maraknya tren fesyen busana muslimah dan jilbab memberikan dampak positif pada sistem perekonomian. Industri busana muslim khususnya jilbab mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Nilai transaksi dari penjualan busana muslim di Indonesia sendiri ditaksir mencapai angka 90 triliun rupiah.

Tidak semua perempuan yang mengenakan jilbab memahami tujuan yang sebenarnya dari pemakaian jilbab itu sendiri. Sejumlah perempuan mengaku bahwa mengenakan jilbab hanya sekedar ikut-ikutan tren yang sedang berkembang serta menutupi kelemahan pada rambutnya.

Di era saat ini jilbab telah menjadi sebuah gaya hidup, konsumsi perempuan akan jilbab kini bukan hanya sekedar sebagai kebutuhan dan perintah agama, tetapi juga keinginan untuk terlihat tampil secara modis.

Berkembangnya fesyen jilbab ditandai dengan semakin maraknya komunitas-komunitas jilbab (hijabers) dan semakin banyaknya para desainer-desainer jilbab baru yang bermunculan dengan rancangan model dan gaya jilbab yang berbeda-beda sesuai dengan tren fesyen yang sedang berkembang.

Penyimpangan orientasi dari penggunaan jilbab tersebut mampu dibaca oleh industri fesyen sebagai peluang dalam menciptakan jilbab sebagi sebuah komoditas bisnis yang cukup menjanjikan. Desainer-desainer jilbab serta industri fesyen sengaja merancang sebuah model jilbab agar pemakainya terlihat lebih cantik dan modern.

Tak bisa dipungkiri, tren fesyen jilbab saat ini telah mendapatkan tempat yang luas dalam industri fesyen dan hiburan. Jilbab memiliki sebuah nilai tawar yang cukup menjual dan juga mendapatkan dukungan dari beberapa media sosial serta media hiburan dalam menampilkan berbagai macam model jilbab.

Terlepas dari itu semua, saat ini jilbab bukan lagi sebagai satu satunya parameter bagi perempuan untuk menumbuhkan kesadarannya dalam menjalankan perintah agama. Tidak semua wanita muslim mengenakan jilbab karena kesadaran. Ada yang beranggapan bahwa jilbab adalah tren mode yang harus diikuti, sehingga fenomena tersebut menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntungkan.

“Adakah kau berpikir Agama itu tidak bisa kau nodai dalam duniawimu, dalam roda uangmu, dalam menunjang harta kekayaanmu dan dalam sebuah pentas pertunjukan untuk memamerkan kreasimu demi nama besarmu? Sedih ku melihat kesucian Agama yang dicampur adukan dalam pentas duniawi fashion dan busana, berlomba lomba menjadi desainer mutakhir dalam pentas busana Muslim”

~Oscar Lawalata~


Baca Juga :

Berikan Komentar Anda

avatar