Revolusi Industri 4.0
Ilustrasi Revolusi Industri 4.0

NEWSWANTARA – Pada industri 4.0 perubahan tidak hanya terjadi pada bidang industri akan tetapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari ekonomi hingga gaya hidup. Berbagai bidang kehidupan manusia akan terhubung dengan teknologi canggih yang mempunyai dampak positif dan negatif. Siapkah Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0?

Tantangan Industri 4.0

Berhadapan dengan perubahan besar tentu akan sangat terasa dampaknya bagi manusia. Meski sebenarnya revolusi keempat dalam bidang industri ini sudah berjalan akan tetapi manusia secara tidak langsung sudah merasakan perubahan dan dampaknya, tetapi banyak yang tidak menyadarinya.

(Baca Juga: Kesiapan Indonesia Menghadapi Industri 4.0)

Persaingan industri dunia semakin ketat maka tantangan dari industri ini bermacam-macam, yang pertama adalah upstream dan midstream di Indonesia sendiri tanda-tandanya terlihat jelas pada industri minyak atau petrokimia, tantangan berikutnya yang kedua adalah zona industri terutama untuk sektor migas dan petrokimia. Tantangan ketiga yakni tuntutan produksi terutama ekspor produk yang ramah lingkungan membuat Indonesia mempunyai tantangan untuk mengembangkan bahan bakar yang ramah lingkungan seperti biosolar.

Tantangan keempat yang harus dihadapi Indonesia salah satunya masalah industri kecil dan menengah yang masih rendah produktivitas pekerjanya. Tantangan kelima adalah kesiapan platform digital yang belum optimal serta infastruktur cloud di Indonesia yang masih terbatas dan belum siapnya 5G. Tantangan keenam terkait kesiapan sumber daya manusia Indonesia yang masih tumpang tindih dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

(Baca Juga: Perkembangan Industri 4.0 di Indonesia)

Sedangkan tantangan bagi individu dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini seorang pekerja harus mempunyai kemampuan yang tidak bisa dijalankan oleh mesin salah satunya dengan kreativitas tinggi, kritis dalam berpikir, fleksibilitas kognitif, dan kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain.

Siapkah Anda Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Tidak sedikit dari generasi milenial yang ragu akan menghadapi revolusi industri 4.0 ini, banyak pendapat bahwa generasi Z merupakan generasi yang paling siap menghadapi revolusi industri 4.0. Tahun 2030 diperkirakan oleh banyak ahli ada sekitar 400 juta sampai 800 juta jiwa yang harus mencari pekerjaan baru karena tergantikan oleh mesin. Jika Anda tidak ingin menjadi salah satu dari 400 juta orang tersebut siapkan diri Anda menghadapi revolusi industri 4.0.

(Baca Juga: Generasi Milenial Indonesia di Era Industri 4.0)

Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 terus menerus meningkatkan kemampuan belajar serta ketrampilan dan kesiapannya hingga bisa mempunyai daya saing yang lebih kuat. Salah satu persiapan menghadapi perubahan industri yang harus dihadapi, Indonesia membuat program making Indonesia 4.0 dibawah tanggung jawab Kementerian Perindustrian Indonesia, mereka meluncurkan peta serta kampanye bagaimana menerapkan dan strategi dalam menghadapi revolusi industri yang sebenarnya sudah terasa dampaknya. Indonesia sendiri fokus awal dalam menghadapi perubahan ini ada pada lima industri yaitu makanan dan minuman, konveksi, otomotif, elektronik dan industri di bidang kimia.

Siapkah Indonesia menghadapi era revolusi industri 4.0? Indonesia tidak bisa dikatakan siap atau belum siap untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini karena sebagian besar sumber daya manusia saat ini di dominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Pertama dan salah satu penghambatnya adalah minimnya anggaran di sektor pendidikan ditengah masalah persaingan industri dunia yang semakin ketat.