pict : discovermagazine.com

NEWSWANTARA – Berpikir akan sesuatu yang dinginkan oleh otak untuk memenuhinya akan memberi kepuasan tersendiri saat memenuhinya. Keinginan yang ingin diwujudkan akan membentuk Pola pikir yang bisa di ingat terus-menerus. Pada keinginan yang terus-menerus melekat dalam pikiran akan memberi ingatan yang kuat hingga mampu mendorong seseorang untuk mewujudkannya.

Masing-masing orang memiliki mindset yang berbeda-beda , mindset adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pola pikirnya. Seseorang melakukan sesuatu karena didorong dan digerakkan oleh pola pikirnya. Jadi, kalau kita mau merubah perilaku seseorang maka pola pikirnya dulu yang harus dirubah.

Pola ini yang dipahami dalam istilah marketing. Bahasa yang berusaha memahami perilaku konsumennya dalam menjual suatu barang. Manusia yang digerakkan oleh keinginan diterjemahkan ke dalam bentuk kebiasaan. Kebiasaan yang akan menjadi kunci dalam pemasaran.

Suatu brand akan memahami betul kebiasaan konsumennya dalam menjual produk yang akan ditawarkan kepada konsumen. Penanaman brand di hati masyarakat adalah salah satu hal yang paling penting dalam kelangsungan usaha, karena cara itu adalah cara yang paling ampuh dalam menaikkan image produk dan penjualan produk itu sendiri. Ada beberapa contoh mindset yang mampu menggerakan seseorang dalam pengambilan keputusan.

Honda (sepeda motor), Aqua (air mineral), Sanyo (mesin air), Rinso (detergen), Odol (pasta gigi), sarimie/Indomie (mie instan), Betadine (obat luka). Sering kali kebanyakan orang menyebut air mineral dengan sebutan Aqua, padahal Aqua sendiri adalah merk salah satu produk air mineral. Begitu pula dengan penyebutan sepedah motor, kebanyakan dari kita masih menyebut sepedah motor dengan sebutan Honda.

Bahkan tak peduli apapun merk sepeda motor tersebut (baik Yamaha, Kawasaki, Suzuki,dll), masyarakat tetap menyebutnya dengan Honda. Hal ini dikarenakan produk Hondalah yang paling pertama mengorbit di Indonesia, sehingga masyarakat Indonesia (terutama jawa) lebih mengingat Honda. Hinggga saat ini mindset itu masih melekat kuat pada masyarakat Indonesia. Seakan brand tersebut menjadi pertanda dari sejarah jual-beli pada masyarakat indonesia.

Dalam pertumbuhan masyarakat indonesia saat ini, indonesia telah menjadi market ASEAN bahkan dunia. Jumlah penduduk terbesar keempat didunia menjadikan Indonesia dijadikan sebagai market terlebih dari perilaku masyarakat Indonesia yang semakin konsumtif. Menyikapi hal ini masyarakat Indonesia diharapkan untuk lebih bahu-membahu dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Azas berdikari yang pernah didengungkan oleh petinggi bangsa diharapkan tidak menjadi jargon semata, namun bersama untuk mendukung menuju bangsa yang mandiri. Kedepannya mindset yang kuat dengan ingatan masyarakat seperti brand Aqua, Honda yang masih melekat diingatan masyarakat indonesia bisa diciptakan oleh anak bangsa. Mengingat potensi SDM masyarakat indonesia sangat menjanjikan dimasa yang akan datang.

Berikan Komentar Anda

avatar