Tower telekomunikasi
Tower telekomunikasi. (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Pembangunan jalan pararel di perbatasan Kalimantan oleh pemerintah sangat disambut baik oleh masyarakat di pelosok perbatasan. Mereka yang selama ini tidak memiliki akses ke kota kecamatan terdekat lebih bergantung kepada negara tetangga Malaysia.

Terbukanya akses jalan menuju kota kecamatan memudahkan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun untuk mendapatkan sinyal telepon di Desa Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat merupakan suatu barang yang cukup langka.

(Baca Juga: Menegaskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sebagai Infrastruktur Masa Kini)

Meski sebagian besar warga memiliki telepon seluler, namun belum tentu dapat digunakan setiap saat. Warga selalu mengalami kesulitan bila ingin berkomunikasi dengan sanak saudara yang bekerja atau sekolah di kota.

Untuk berkomunikasi melalui telepon seluler warga Desa Rasau Jaya mengandalkan setitik sinyal di bukit yang mereka beri nama “bukit sinyal”. Bukit sinyal ini tak jauh dari Desa Rasau Jaya, bukit ini selalu dipenuhi warga jika ada yang harus menghubungi rekannya atau sanak saudara.

Kebutuhan tower telepon seluler dapat mengatasi berbagai ketertinggalan di daerah perbatasan, usulan agar dibangun tower di perbatasan Indonesia kerap kali disampaikan oleh warga perbatasan ke pemerintah.

Telekomunikasi merupakan kebutuhan penting masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia yang belum terpenuhi. Warga perbatasan berharap kesempatan berkomunikasi dengan lancar menggunakan telepon seluler dapat segera terealisasi.

Berikan Komentar Anda

avatar