Pict : liputan6.com

NEWSWANTARA – 137 tahun yang lalu tepatnaya pada 21 April 1879 Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Kartini lahir ke dunia. Selama masa hidupnya ia dikenal sebagai Ibu Emansipasi Wanita Indonesia. Kemudian di usia 25 tahun, ia meninggal dunia dengan meninnggalkan banyak tulisan-tulisan yang merepresentasikan ide dan gagasan terbaiknya untuk wanita-wanita Indonesia.

Banyak ide yang ia torehkan dalam tinta untuk wanita-wanita Indonesia. Salah satunya ia menginginkan agar wanita-wanita Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam meraih pendidikan.

Diketahui bahwa pada masa penjajahan Belanda, wanita-wanita Indonesia tidak mendapatkan kesempatan dalam meraih pendidikan. Sistem patriaki yang sangat kental pada masa itu, menimbulkan ketidaksamaan hak antara wanita dengan laki-laki. Wanita-wanita Indoensia pada saat itu hanya dijadikan sebagai ibu rumah tangga yang hanya diam di rumah dan menjaga anak. Sehingga tidak ada ruang bagi wanita untuk mengembangkan potensi dirinya.

Kartini di masa kini. Pict : fimela.com
Kartini di masa kini. Pict : fimela.com

Di hari Kartini ini harus dimaknai sebagai momentum kebangkitaan wanita-wanita tangguh Indonesia. Wanita-wanita Indonesia harus mampu membuktikan diri bahwa wanita mempunyai kemampuan yang setara dengan laki-laki. Baik dari segi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan religius. Namun, tidak menghilangkan kuadrat dari wanita itu sendiri.

Wanita-wanita Indonesia harus mampu berfikir maju ke depan, berfikir modern, sehingga dapat membuat perubahan yang besar bagi lingkungan dan bangsa ini. Pemikiran-pemikiran ibu Kartini harus dipegang teguh oleh wanita-wanita Indonesia saat ini. Sehingga dengan demikian, akan dapat menghasilkan wanita-wanita tangguh Indonesia dan Kartini-Kartini baru.

Terlebih lagi jika wanita-wanita tangguh ini akan dapat mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Seperti judul buku yang ditulis oleh Ibu Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”, itu berarti bahwa disetiap keterpurukan pasti ada kebangkitan. Kita berharap inilah saatnya bagi wanita-wanita Indonesia untuk bangkit dan menggapai harapan menjadi wanita-wanita tangguh.

Berikan Komentar Anda

avatar