Menabung Saham
Menabung Saham (Ilustrasi)

NEWSWANTARA – Jika melihat judul diatas mungkin anda merasa hal tersebut terkesan sangat mengada-ada, atau judul yang hanya bersifat provokatif tetapi tidak bisa untuk direalisasikan? TIDAK! ini nyata dan sangat realistis!

Apakah anda sering mendengar orang berkata “Dulu uang seratus ribu masih bisa buat belanja banyak, namun sekarang sudah tidak ada artinya” YA! itulah yang dinamakan inflasi, kemerosotan nilai mata uang.

(Baca Juga: Mengulas Sejarah Terbentuknya Pasar Modal di Indonesia)

Resiko dari inflasi yang jarang disadari saat kita masih produktif menghasilkan uang, masih ada active income karena akumulasi pertambahan uang kita masih jauh di atas inflasi. Lain ceritanya saat active income kita terhenti karena suatu sebab, sudah tidak bekerja/pensiun misalnya, dampak inflasi akan sangat terasa.

Mari sejenak kita kembali melihat fakta yang terjadi pada tahun 1993, ketika itu di Jogja untuk makan di warung kelas mahasiswa dengan lauk+sayur+telur+tempe rata-rata harganya hanya Rp. 500,- Namun sekarang untuk makan di tempat yang sama dengan lauk yang sama harganya bisa mencapai Rp. 10.000,

(Baca Juga: Sejarah Berdirinya PT Freeport Sebagai Salah Satu Warisan Soeharto)

Dengan adanya terjangan arus inflasi tersebut nilai mata uang yang kita miliki semakin hari nilainya semakin melemah. Lantas bagaimana cara menyikapi terjangan inflasi tersebut? INVESTASI!

Mungkin sebagian dari anak muda lebih memilih membeli kopi atau makanan mahal untuk di posting ke sosial media agar terlihat lebih gaul ketimbang mereka menggunakan uang untuk di investasikan sebagai aset masa depan. Padahal, investasi bisa memberikan rasa aman karena aset yang di tanam telah tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, yang bisa di gunakan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Salah satu instrumen investasi yang sangat mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat adalah “Investasi Saham“. Lalu apa menariknya sih investasi saham?

Menjadi Salah Satu Pemilik Maskapai Penerbangan Nomor Wahid di Indonesia Hanya Dengan Modal Uang Receh

Garuda Indonesia
Garuda Indonesia (Ilustrasi)

Pernahkah anda bayangkan, hanya dengan menyisihkan uang receh sisa kembalian belanja dari supermarket anda bisa menjadi bagian dari pemilik salah satu maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Itu sangat mungkin! Mari kita simak ulasannya.

Pada tanggal 19 September 2019 saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diperjual belikan di pasar modal dengan harga Rp. 525,- per lembar saham, artinya ketika anda ingin memiliki saham Garuda Indonesia anda harus membeli minimal 1 lot (100 lembar saham), maka hanya dengan menginvestasikan uang senilai Rp. 5.250,- anda sudah menjadi salah satu pemilik dari maskapai penerbangan nomer wahid di negeri ini, karena kepemilikan saham merupakan sebuah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan.

Keuntungan Dari Investasi Saham

  • Anda dapat menikmati keuntungan bisnis tanpa perlu membangun dari nol dan tanpa repot mengurus perusahaannya. Saat perusahaan membukukan keuntungan dan membagikan deviden kepada pemegang saham, jika kita memiliki sahamnya tentu saja kita akan mendapatkan deviden tersebut sesuai jumlah saham yang kita miliki.
  • Anda juga dapat dengan mudah melakukan diversifikasi bisnis. Misal anda ingin punya bisnis di sektor farmasi, properti, perbankan, tambang tinggal anda beli saham yang bergerak di bidang tersebut. Bayangkan jika harus membangun bisnis sendiri, betapa susahnya melakukan pengembangan dan diversifikasi bisnis, karena modal dan tenaga yang terbatas.
  • Anda dapat dengan mudah berganti bisnis tanpa perlu repot. Misalnya anda punya bisnis tambang batu bara yang saat ini prospeknya sedang jelek, anda tinggal menjual saham tersbut dan berganti ke sektor bisnis yang saat ini memiliki prospek bagus

Menjadi Investor Sukses

Anda pasti kenal dengan Warrent Buffet, Chris Gardner (The Pursuit of Happyness) mereka adalah contoh sukses investor saham dan telah menjadi salah satu daftar orang terkaya dunia. Ingin seperti mereka? Yuk Investasi Saham!