NEWSWANTARA – Tanggal 17 Agustus 2045, Indonesia akan merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-100. Sebuah pesta besar yang selayaknya diselenggarakan oleh sekitar 250 juta rakyat Indonesia.

Seratus tahun merdeka, sudah menjadi bangsa macam apakah Indonesia saat itu? Dimana posisinya di antara bangsa-bangsa? Bagaimana keadaan masyarakatnya? Sudah lebih berkeadilan dan berkemakmurankah? Bagaimana pula watak dan karakter manusia-manusia Indonesia pada saat itu? Sudah terpuji dan membanggakankah?

Tahun ini Kemerdekaan Indonesia telah memasuki tahun ke-71, waktu yang cukup tua untuk angka harapan hidup masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan Negara besar di Asia dengan luas wilayah yang mencapai 1.919.000 km².

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, negara dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, potensi yang dimiliki oleh Indonesia sangat besar, dengan penduduk terbesar ke empat di dunia, sangat memungkinkan untuk setara dengan negara maju yang ada di dunia. Suatu hal yang tidak perlu diragukan lagi akan potensi yang dimiliki oleh negeri ini.

Letak geografis Indonesia yang strategis membuat Indonesia sangat mungkin untuk menjadi Negara maritim terbesar. Potensi alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote menjadikan Indonesia kaya dengan potensi alamnya.

Tanah yang subur, pemandangan alam yang indah, laut yang kaya akan ikan, selain itu keindahan kesenian dan aneka budaya di suatu daerah juga merupakan potensi yang dimiliki oleh negeri ini.

Mengingat potensi Indonesia yang begitu kaya, berbanding terbalik terhadap realita yang terjadi di masyarakat Indonesia. Masih begitu banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, dan kesenjangan sosial

Angka kesenjangan sosial yang tergolong masih tinggi sebesar 0,4% membuat penyekat antara si miskin dan si kaya. Keadaan yang terjadi saat ini jika dilihat dari potensi yang dimiliki Indonesia tentunya sangat memprihatinkan.

Kedudukan Indonesia di mata dunia internasional harus di sejajarkan. Bahkan harus melampaui negara tetangga Indonesia. Memilki potensi yang begitu kaya, dibutuhkan juga SDM yang mampu mengelolanya.

SDM yang dimiliki Indonesia sangat besar hingga menduduki penduduk terpadat ke 4 di dunia. Jumlah penduduk yang begitu besar sebanyak 249,9 juta manusia. Jumlah yang begitu banyak untuk bisa dioptimalkan.

Untuk itu SDM yang dimiliki oleh Indonesia harus bisa diedukasi dalam mengoptimalkan potensi Indonesia dalam hal menyikapi perkembangan jaman yang semakin fleksibel, tantangan di tengah tatanan dunia yang baru, di tengah era kompetisi global.

Kompetisi tidak lagi terjadi antar daerah tetapi antar negara, antar kawasan. Sebuah era di mana semua negara saling terhubung satu sama lain, satu masalah bisa menjadi masalah bagi negara-negara di dunia.

71 tahun merdeka, mari kita kerja nyata secara bersama-sama membangun dan merubah paradigma nasional, dari yang bersifat konsumtif menjadi produktif, dari yang bersifat Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Memperbaiki regulasi dan birokrasi secara masif seiring dengan perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Berikan Komentar Anda

avatar