Pict : Merdeka.com

NEWSWANTARA – Pernah dikatakan sebagai prostitusi terbesar di Asia Tenggara yang akrab terdengar dengan sapaan gang Dolly. kawasan prostitusi yang lebih dikenal ketika medengar Kota Surabaya. Pria hidung belang kalangan atas hingga bawah tak sulit ditemukan di kawasan ini.

Tidak hanya penduduk lokal, wisatawan asing pun tak jarang datang ke sini sekadar untuk memuaskan birahi. lokalisasi yang sudah mengakar hingga menecemaskan generasi selanjutnya yang tinggal di pemukiman Dolly khususnya pada pertumbuhan anak. hingga pada keputusan final lokalisasi Dolli harus di ditutup.

Penutupan Dolly merupakan kebijakan fenomenal yang diambil pemerintah Kota Surabaya, dengan pertimbangan yang telah disiapkan mulai dari tahun 2012. tidak ayal membuat Kota Surabaya lebih terkenal dan menjadi perhatian nasional bahkan dunia internasional. Seperti yang di beritakan oleh situs Radio Australia (19/6/2014) mengangkat artikel berjudul ‘Sex workers protest shutdown of Surabaya’s “Dolly” red-light district’, menceritakan penentangan mereka yang mencari nafkah dari prostitusi atas penutupan kawasan lampu merah di Kota Pahlawan.

Tri Rismaharani adalah sosok dalam kelancaran proses penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini. Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP hingga wali kota saat ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya. Tidak hanya Adipura Kencana yang diboyong Surabaya, tetapi juga lima piala Adiwiyata untuk sekolah yang cinta lingkungan.

Baca Juga : Jancuk Sebagai Sebuah Identitas Masyarakat Surabaya

Bahkan salah satu sekolah meraih Adiwiyata Mandiri. Bukan hanya itu, piala Kalpataru juga diboyong ke Surabaya. Wanita yang memulai pendidikan dasar di Kediri ini, setelah lulus SD di kota tahu itu hijrah ke Surabaya. Risma meneruskan pendidikannya ke SMPN X Surabaya dan ke SMAN V Surabaya. Sebagai warga kota Surabaya Risma menyelesaikan studi S-1 jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kemudian di almamater yang sama Risma meraih S-2 Manajemen Pembangunan Kota. Sehingga dengan demikian walikota perempuan pertama di Surabaya ini lengkap ditulis Ir.Tri Rismaharini,MT. Prestasi yang ditorehkan Bu Risma meningkatkan elektablitas secara politis. penampilan yang sederhana dengan tekad kerasnya serta miliki pendirian kuat membuat Bu Risma kembali dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kota Surabaya.

Terpilihnya kembali Bu Risma bukan kerena ‘pencitraan media’ melainkan kerja kerasnya untuk membenahi Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi telah memberi bukti nyata. kesuksesannya mengubah Gang Dolly menjadi kawasan yang layak huni merupakan bukti dari kekuatan tekadnya untuk mengubah Kota Surabaya ke arah yang lebih baik. Mengembalikan citra kota Surabaya yang selama ini dikenal dengan citra negatif telah meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Bu Risma.

Kemenangan telak di TPS Gang Dolli pada pilkada lalu bagian dari harapan baru yang dititipkan kepada Bu Risma untuk masa depan Gang Dolly hingga perubahan pada Kota Surabaya. Kini Gang Dolly telah berubah wajah yang lebih optimis. Citra yang negatif yang selama ini melekat pada Gang Dolly telah berubah menjadi kampung inspiratif yang dapat dijadikan sebagai destinasi wisata. Sejumlah wisma yang dulu ramai oleh kupu-kupu malam dan pria hidung belang, kini dialihfungsikan menjadi industri sepatu.

Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan kosep Kampung Wisata Inspirasi Dolly. Konsep dari Kampung wisata terdiri dari beragam kampung tematik yang akan ditempatkan di gang berbeda-beda di sekitar kawasan Jarak dan Dolly, diantaranya adalah Kampung Hijau, Kampung Seni dan Kampung Oleh-Oleh. salah satu konsep yang ditawarkan untuk wajah baru Gang Dolly oleh Bu Risma.

Kerja keras serta keuletan tercermin dari wanita yang penampilannya sederhana ini. bekerja sesuai dengan amanat yang diembankan menjadi acuan dalam menjalankan perkerjaannya. Bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat diharapkan mampu menjadi suritauladan untuk pemimpin daerah lainnya dalam memajukan daerahnya masing-masing. Sangat penting dipahami bahwa penopang ekonomi nasional ditentukan oleh ekonomi daerah.

Dapat dikatakan bahwa majunya suatu negara berawal dari tumbuhnya daerah-daerah yang ada dalam negara tersebut. perkembangan daerah yang akan mendukung tumbuh kembangnya suatu negara. Majunya suatu daerah mencerminkan kesiapan negara dalam menghadapi persaingan secara global. Kedepannya pemimpin daerah seperti Tri Rismaharini dapat hadir dalam memajukan daerah-daerah yang ada di Indonesia di tengah krisis tokoh hingga kepercayaan yang terjadi di masyarakat.

Berikan Komentar Anda

avatar