Pict : liputan6.com

NEWSWANTARA – Cinta damai, cerdas, profesional dan siap bertempur merupakan sikap yang harus dimiliki  oleh setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bagi perwira muda Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono, membaca dan menulis merupakan suatu keharusan dalam mengembangkan wawasan guna menghadapi tantangan dari tugas TNI yang semakin menuntut prajurit ke arah yang lebih profesional.

Dalam hal kepemimpinan, seorang prajurit perwira TNI dihadapkan pada sebuah tantangan untuk mampu tetap bersikap tegas tetapi tidak kasar, bersikap baik tetapi tidak lemah. Menurut Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono, kedua sikap kepemimpinan tersebut adalah sebuah seni dalam mengimplementasikan sebuah pengalaman, serta teori dari ilmu yang telah dipelajari dan kemudian di terjemahkan dalam sebuah instruksi untuk merumuskan sebuah kebijakan yang dapat dengan mudah untuk dimengerti.

Tidak semua komandan adalah pemimpin, namun seorang pemimpin adalah sesorang yang bisa mempengaruhi dan mengajak orang disekitarnya untuk melakukan sesuatu menuju tujuan besar dari sebuah organisasi. Tegas menegakkan aturan, disiplin, tata tertib dan segala sesuatu norma yang berlaku di organisasi, serta rasa kemanusiaan yang harus tetap dijunjung tinggi.

Di era cybernatika saat ini, setiap prajurit TNI harus dituntut lebih peka terhadap bentuk ancaman baru (cyber war, cyber attack). Untuk itu Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini menjabat sebagai Komandan Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning berencana untuk melakukan peningkatan potensi sumber daya manusia di satuannya agar bisa semakin mumpuni dalam bidang teknologi. Ia juga berharap agar para prajurit TNI semakin peka dengan teknologi yang banyak menimbulkan peluang, baik dari segi positif maupun negatif.

Dengan teknologi, kita semakin cepat, semakin terhubung satu sama lain tetapi juga menghadirkan tantangan dan ancaman tersendiri terutama bagi para prajurit TNI, karena militer kita saat ini juga punya berbagai jenis alutsista dan ranpur yang itu semua juga berbasis teknologi. Oleh karena itu prajurit TNI harus bisa memahami realitas ini sehingga mereka punya mindset yang benar bahwa segala sesuatunya harus dalam sebuah sistem yang aman.

Berikan Komentar Anda

avatar