Pianis jazz cilik, Joey Alexander, pict : sebatasberita.com

NEWSWANTARA – Musik jazz merupakan musik tradisional  dari Amerika Serikat yang dikembangan oleh orang-orang Afrika – Amerika yang dimulai pada akhir abad 19 dan awal abad ke-20 di New Orleans, Amerika Serikat. Instrumen utama yang sering digunakan pada musik jazz pada umumnya adalah piano, bass, drum, gitar, saksofon, trombon, dan trompet.

Pada awal perkembangannya di Indonesia, sebagian besar orang cenderung menganggap jenis musik jazz terlalu berat, abstrak, dan sulit untuk dicerna. Disamping itu, jazz sering kali dianggap sebagai musik untuk kalangan tertentu. Namun seiring bergulirnya waktu Jazz kini menjadi salah satu jenis aliran musik yang cukup populer dan digemari oleh  banyak kalangan. Tak hanya mereka yang berusia dewasa, kalangan muda pun juga memiliki ketertarikan  dengan jenis aliran musik satu ini.

Sejarah baru telah ditorehkan, di mana seorang bocah dari Indonesia mampu menunjukkan keperkasaannya di bidang musik jazz. Joey Alexander, anak Indonesia yang saat ini masih berusia 12 tahun, berhasil masuk nominasi Grammy Awards ke-58 dalam nominasi Best Improvised Jazz Solo lewat lagu (Giant Steps) dan Best Jazz Instrumental Album (My Favorite Things).

Dalam album My Favorite Things, Joey membawakan lagu Giant Step dari  John Coltrane, Lush Life karya Billy Strayhorn,  Over the Rainbow karya Harold Arien, serta menyelipkan komposisi ciptaannya sendiri berjudul Ma Blues. Albumnya yang berjudul My Favourite Things sempat berada di posisi 59 di tangga lagu Billboard 200. Posisi Joey Alexander mengalahkan Metallica, yang berada di posisi 64.

Awal keterlibatan bocah kelahiran 25 Juni 2003 pada ajang bergengsi tersebut bermula dari ketertarikan musikus jazz paling ternama Wynton Marsalis yang saat melihat video Joey yang diunggah ke situs YouTube. Joey diundang ke malam gala dinner pada  1 Mei 2014 dan sukses menjadi penampil satu-satunya yang berasal dari luar Amerika Serikat. Hari itu adalah debut Joey Alexander di Amerika Serikat, Ia mendapat tanggapan positif untuk penampilannya, khususnya versi solo Round Midnight karya Monk.

Kehadiran Joey dalam acara itu sontak mendapat perhatian dunia. Berbagai media internasional seperti Wall Street Journal dan CBS News turut menurunkan berita tentang sosok anak yang mengagumkan ini. Aktor Billy Crystal bahkan mengungkapkan rasa kagumnya atas kemampuan yang dimiliki  Joey Alexander.

Joey Alexander telah malang melintang di berbagai panggung jazz nasional hingga internasional. Mulai dari perhelatan Java Jazz hingga festival Jazz Improvisation di Ukraina. Atas prestasinya tersebut Joey mendapatkan kesempatan untuk membuat Album My Favorite Things bersama produser peraih Grammy Awards, Jason Olaine. Jason Olaine sendiri merupakan produser yang menggarap album dari musisi jazz terkemuka seperti Roy Hargrove, Chris Potter, dan Kurt Rosenwinkel.

Atas prestasi yang diraih oleh oleh Joey Alexander membuat dunia terheran-heran bagaimana bisa seorang anak Asia yang berasal dari Indonesia secara luar biasa mampu membuat aransemen mencengangkan dari komposisi legenda musik jazz, karena selama ini musik jazz dianggap sebagai musik orang barat dan untuk kalangan dewasa saja.

Harapan Indonesia untuk mendapat pengalaman memenangi ajang penghargaan musik paling bergengsi, Grammy Awards ke-58, berada di tangan Joey Alexander. Apresiasi yang sangat tinggi memang layak diberikan kepada Joey Alexander karena telah membawa nama harum Indonesia di kancah musik jazz kelas dunia.


Sumber : metrotvnews

Berikan Komentar Anda

avatar