Pict : tribunnews.com

NEWSWANTARA – Tepat pada hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, Lagu Indonesia Raya berkumandang di arena bulutangkis pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah pasangan ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad berhasil menyabet medali emas pada ajang paling bergengsi tersebut.

Kemenangan yang diraih pasangan ganda campuran tersebut juga menjadi medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio, sekaligus menghapus kenangan buruk ketiadaan medali emas pada Olimpiade London empat tahun lalu.

Atas gelar yang diraih Indonesia tersebut membuktikan bahwa, peran sorang wanita merupakan salah satu tonggak terpenting dalam membawa nama baik dan memajukan suatu negara, dalam hal ini khususnya di bidang olahraga bulutangkis.

Dialah Liliyana Natsir atau yang akrab disapa dengan Cik Butet, seorang atlet bulutangkis terbaik yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya, wanita kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985 tersebut kerap kali mengharumkan nama Indonesia pada ajang bulutangkis di kancah global.

Namun ada fakta menarik dari kisah hidup peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut. Cik Butet hanya menyelesaikan pendidikannya sebatas tingkat Sekolah Dasar (SD). Dengan tekadnya yang kuat serta semangat yang dimiliki untuk menekuni olahraga bulutangkis sehingga mampu membawanya menjadi seorang atlet papan atas seperti saat ini.

Kecintaan Butet terhadap olahraga bulutangkis telah muncul sejak ia masih berusia belia. Hal itu terbukti dari bergabungnya dia dengan klub bulutangkis PB Pisok milik Spego Goni Manado, ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Keseriusannya di dunia olahraga bulutangkis mulai tampak, ketika ia berusia 12 tahun. Saat itu Liliyana Natsir memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan bergabung dengan klub PB Bimantara Tangkas kemudian PB Djarum. Tiga tahun sesudahnya, ia berhasil masuk ke pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Liliyana merupakan pebulutangkis Indonesia spesialis ganda. Bagi Liliyana Natsir, medali emas Olimpiade Rio merupakan pencapaian terbaiknya pada ajang Olimpiade. Dia pantas meraih itu, karena ganjaran atas ketekunan dan disiplin, serta fokus pada olahraga bulu tangkis.

Sebelum bertanding di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Liliyana sempat berkeinginan akan gantung raket dan mempersiapkan masa pensiun jika berhasil menyabet medali emas. Saat ini Liliyana Natsir tengah mempersiapkan masa pensiunnya dengan menjalankan sebuah bisnis yang sedang dirintisnya.

Berikan Komentar Anda

avatar