(Abi Abdillah linkedin)

NEWSWANTARA – Pelarangan ekspor rotan melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan (SK Mendag) Nomor 35/M-DAG/PER/11/2011 pada 30 November 2011 yang mengatur soal pelarangan ekspor rotan mentah dan setengah jadi merupakan sebuah langkah bijak yang dikukan oleh pemerintah guna memberdayakan industri rotan dalam negeri.

Indonesia merupakan negara yang memasok 80 persen bahan baku produk rotan di dunia. Meski pelarangan oleh pemerintah bertujuan untuk makin memberdayakan industri rotan dalam negeri, kebijakan itu membuat kian berlimpahnya pasokan rotan mentah di Tanah Air.

Sementara itu, hingga saat ini, daya serap dari industri rotan nasional baru menyentuh angka 30 persen. Data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut tentunya harus direspon dengan cepat oleh industri rotan di Indonesia agar pasokan rotan yang berlimpah dapat dimanfaatkan penyerapannya secara maksimal.

Atas dasar itulah desainer rotan kelahiran Bandung 31 Desember 1986, Abie Abdillah memilih berkreasi demi memperluas pamor rotan dan produk rotan Indonesia di mata dunia. Ia ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dari bahan rotan.

Kecintaan Abie pada rotan bukanlah tanpa alasan. Sekitar 80 persen kebutuhan material rotan dunia disokong dari Indonesia. Itu pun dari sekitar 600 spesies, baru 8 persen yang dimanfaatkan menjadi komoditas komersial.

Baca Juga: 

Apalagi 10 tahun belakangan ini, industri rotan Indonesia mengalami stagnasi, bahkan penurunan penerimaan di pasar. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya perkembangan desain berbasis material rotan dalam beberapa dekade terakhir.

Alumni dari Jurusan Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2009 ini pernah menjadi karyawan pabrik mebel di Tangerang. Kemudian, pada 2010 Abie bergabung di Zylia Design Studio milik Joshua Simandjuntak, salah satu figur desain terbaik milik Indonesia.

Bagi Abie, semenjak bergabung di Zylia Design Studio inilah dirinya belajar banyak mengenai konsep sebuah karya, hingga proses pembuatan. Pada 2014, Abie telah memiliki studio sendiri bernama Studiohiji yang merupakan brand mebel berbasis bahan baku rotan.

Keaktifannya berkarya di dunia perotanan membuahkan hasil yang cukup membanggakan. Ia terpilih sebagai Most Inspiring Furniture Design dalam Annual Design Award yang diadakan oleh Skala + Magazine.

Nama Abie Abdillah juga pernah terdaftar sebagai peraih Platinum Prize Winner dalam Indonesia Furniture Design Awards. Selain itu, ia mendapat Honourable Mention pada Singapore Furniture Design Awards. Hebatnya, ketiga penghargaan itu ia perolah pada tahun yang sama, yakni 2011.

Abie mulai giat memperkenalkan rotan ke semua lapisan masyarakat. Rotan yang bahannya lentur dan sejatinya mudah dibentuk seperti orang inginkan, pada kenyataannya membutuhkan ekstra waktu dan perhatian untuk menciptakan karya atau desain yang berbeda dan memiliki karya seni tinggi.

Melalui karya desain furnitur kontemporer yang dibuatnya, dia memiliki harapan agar masyarakat kembali tertarik menggunakan rotan sebagai furnitur sehingga bisa berdampak pada membaiknya industri rotan di Indonesia.

Untuk ke depannya, Abie Abdillah bersama Studiohiji sedang merintis agar dapat eksis secara internasional dengan berpartisipasi dalam beberapa pameran internasional. Kini, Studiohiji baru saja lolos kurasi dari Badan Ekonomi Kreatif untuk turut serta dalam pameran Ambiente Frankfurt pada Februari 2017, serta pergelaran Indonesia Design Week pada Maret 2017.

Berikan Komentar Anda

avatar