GENERASI KE-3: SIEM SWIE NIE, SIEM SWIE KIEM, SIEM HWA NIO (1960)

pencipta lumpia Semarang

Tiga dari empat anak dari pasangan pembuat Lunpia generasi kedua (Siem Gwan Sing & Tjoa Po Nio) melanjutkan perjuangan kakeknya untuk menjajakan lumpia di kota Semarang. Ketiganya bahkan memiliki merk dan wilayahnya sendiri-sendiri seperti Siem Swie Nie yang hingga kini masih dilanjutkan oleh generasi penerusnya yang lebih dikenal oleh warga Semarang dengan nama Mbak Lien.

Baca Juga : Menelusuri Jejak Asal-Usul Martabak Manis di Indonesia

Lumpia Mbak Lien ini bisa kita temukan di Jalan Pemuda. Yang kedua Siem Swie Kiem dengan lumpia yang dijualnya di gang Lombok (Pecinan) sehingga lebih dikenal dengan sebutan Lumpia gang Lombok. Dan yang ketiga Siem Hwa Nio yang menjajakan lumpianya di daerah Mataram (Lunpia Mataram).

GENERASI KE-4: TAN YOK TJAY (1980)

pencipta lumpia Semarang

Pada masa ini Lumpia kian dikenal luas oleh masyarakat kota Semarang bahkan daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Tan Yok Tjay mendapatkan julukan sebagai master chef lunpia mataram karena dedikasinya melanjutkan perjuangan keluarganya untuk melestarikan makanan tradisional Lumpia Semarang. Tan Yok Tjay bahkan sempat mengalami perjuangannya sendiri saat menjual lumpia dengan mendorong gerobak di Jalan Mataram dan sekitarnya.

GENERASI KE-5: MEILANI SUGIARTO / CIK ME ME (2014)

Salah satu generasi penerus ke-5 dari silsilah keluarga pencipta Lumpia Semarang adalah wanita bernama Meilani Sugiarto atau yang lebih akrab disapa Cik Me Me. Sejak kecil Cik Me Me sudah membantu ayahnya menggulung lumpia. Putri dari Tan Yok Tjay tersebut kini membranding lumpia menjadi sebuah restoran dan pusat oleh-oleh Semarang dengan nama Lunpia Delight.

Di tangan dinginnya, Lumpia Semarang semakin dikenal di mancanegara dengan berbagai promosi dan inovasi yang dilakukan. Antara lain dengan menciptakan berbagai varian rasa lumpia seperti isi kakap, kepiting, kambing jantan muda, bahkan isi jamur dan kacang mede.

Inovasi yang dilakukan oleh Cik Me Me tersebut bahkan sempat diganjar dengan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai brand lumpia dengan varian menu terbanyak. Cik Me Me sendiri kini dikenal sebagai ikon wanita pejuang atas usahanya melestarikan tradisi kuliner kota Semarang, hal itu dibuktikan dengan meraih penghargaan Kartini Award pada tahun 2014.

←Halaman Sebelumnya