kopi aroma
Toko kopi aroma yang terletak di kawasan Banceuy, Bandung. (Foto: Angki Prasetyo Nugroho)

NEWSWANTARA –┬áBagi warga Bandung pasti sudah Tak asing lagi dengan kawasan Banceuy. Kawasan yang sudah ada sejak tahun 1950 an ini dikenal sebagai sentra onderdil kendaraan. Setiap harinya kawasan ini tidak pernah sepi pendatang.

Baca Juga:

Meskipun terkenal sebagai sentra onderdil, di kawasan ini terdapat sebuah toko kopi yang cukup legendaris, namanya kopi aroma, salah satu kopi olahan pabrik yang terkenal dengan aroma dan cita rasa yang khas.

Tak hanya itu, toko ini pun masih mempertahankan keasliannya hingga kini mulai dari arsitektur bangunan yang bergaya Pecinan zaman Belanda, pernak-pernik toko, hingga alat-alat yang digunakan dalam membuat kopi.

Proses pembuatan kopi di sini pun terbilang cukup panjang. Biji kopi arabika dan robusta yang merupakan bahan utama kopi yang dijual di sini dijemur dibawah terik matahari.

Sinar ultraviolet yang terkandung dalam matahari berguna untuk menjaga warna biji kopi agar tidak kusam. Selanjutnya biji kopi yang telah dijemur disimpan di dalam ruangan khusus. Biji kopi robusta ini lalu disimpan selama 5 tahun, sedangkan biji kopi arabika 8 tahun, inilah yang membuat kopi yang dijual di sini memiliki aroma dan cita rasa yang khas.

Selain itu penyimpanan kopi dengan waktu yang lama dapat meningkatkan kualitas serta menghilangkan kadar kafein dalam kopi. Selanjutnya biji kopi yang umurnya telah cukup di roasting atau di garang. Penggarangan dilakukan di dalam mesin tradisional selama 2 jam dengan suhu 125 derajat celcius.

Sebelum kopi digiling dan siap dijual, kopi-kopi yang telah di roasting tersebut dibuang kulitnya terlebih dahulu. Demi menjaga kepuasan pelanggannya, toko kopi ini selalu mempertahankan berbagai konsep yang diwariskan secara turun-temurun. Tak ada satupun yang berubah baik metode maupun peralatannya.

Kepopuleran kopi aroma tak hanya dikenal oleh masyarakat kota Bandung saja namun juga oleh para pelancong dari luar kota, Tak heran jika antrian panjang seringkali terjadi di toko yang dibangun oleh Tan Houw Sian ini.

Untuk menikmati kopi robusta dari kopi aroma Anda cukup merogoh kocek Rp 15.000 saja, sedangkan untuk arabika Rp 20.000. Toko dan pabrik kopi Aroma buka dari hari Senin-Sabtu, dari pukul 08.30-14.30 WIB. Hari Minggu dan hari Libur nasional tutup.

Berikan Komentar Anda

avatar