Sumber: liputan6.com

NEWSWANTARA – Sebagai negara agraris yang cukup besar, Indonesia sangat dikenal dari hasil pertaniannya. Hasil pertanian di Indonesia cukup potensial yang memungkinkan untuk dikembangkan. Satu diantarnya adalah komoditas lada atau merica yang merupakan hasil pertanian rempah-rempah yang cukup potensial untuk diperhitungkan.

Lada Indonesia sendiri dikenal dengan sebutan ‘Muntok White Pepper‘ untuk lada putih dan ‘Lampong Black Pepper‘ untuk lada hitam. Lada juga disebut sebagai raja dalam kelompok rempah-rempah (King of Spices) karena lada merupakan bahan baku industri makanan siap saji, obat-obatan, kosmetik yang paling banyak diperdagangkan.

Produksi lada Indonesia yang saat ini hanya sekitar 33 ribu metric ton (MT) per tahun. Jumlah itu membuat Indonesia berada di ranking kedua, karena produksinya tergeser oleh Vietnam yang bisa mencapai 100 ribu MT per tahun. Sedangkan kebutuhan lada dunia yang mencapai 70 ribu MT ton per tahun belum bisa terpenuhi secara maksimal.

Sebagai provinsi penghasil lada terbaik, Bangka Belitung yang sejak zaman nenek moyang terkenal sebagai penghasil lada hanya mampu menyumbang 34,97% dari produksi lada nasional atau sekitar 10 ribu MT ton dalam setahun.

Secara keseluruhan, Indonesia hanya mampu memenuhi sebesar 33 ribu MT per tahun. Oleh sebab itu, diperlukan komitmen pemerintah daerah dan kelompok tani agar bisa menyuplai lada dalam jumlah besar.

Potensi ini memberi peluang terhadap para petani khususnya petani di daerah-daerah pemasok lada di Indonesia. Mengingat Komoditas lada memiliki prospek yang bagus dalam memenuhi permintaan pasar dunia. Terlebih bagi para petani lada yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraannya.

Sebagian besar lada dari Indonesia diekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Melihat Indonesia sebagai negara agraris, bukan tidak mungkin kebutuhan lada dunia bisa dipegang oleh indonesia.

Daerah penghasil lada di Indonesia antara lain DI Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan DI Yogyakarta. Untuk sentra pemasok lada terbesar di Indonesia masih dipegang oleh Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Luas lahan Indonesia yang cukup besar memberi peluang bagi para petani untuk dapat mengembangkan potensi lada untuk kebutuhan dunia. Untuk sekarang ini, daerah pemasok lada terbesar di Indonesia masih dipegang oleh Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Belajar dari apa yang dilakukan Vietnam sebagai kompetitor terdekat, memperbarui sistem tanam hingga pasca panen akan menjadi pekerjaan rumah bagi petani dan pemerintah. Predikat sebagai negara agraris, petani lada harus berbenah untuk menggeser posisi Vietnam sebagai negara produsen lada.

Berikan Komentar Anda

avatar