Seorang petani yang sedang menjemur kayu manis. [Pict : istimewa]

NEWSWANTARA – Indonesia dikenal sebagai penghasil komoditi unggulan berupa kayu manis (cinnamon) terbesar di dunia dan sekaligus memiliki kualitas prima dibandingkan negara produsen lainnya. Saat ini Indonesia masih menjadi ekportir utama bagi komoditi satu ini dengan pangsa pasar 35% atau senilai 64,7 juta dollar US.

Penanaman kayu manis paling besar di Indonesia terdapat di Sumatera Barat dan Jambi yaitu 80% produksi kayu manis di Indonesia. Di Jambi, potensi kayu manis di alam Kerinci sangat besar mencapai 60% produk kayu manis dunia dihasilkan oleh alam Kerinci. Hingga saat ini pemasaran kulit manis masih dalam bentuk produk mentah.

Baca juga : Bersinergi Meningkatkan Produksi Komoditas Jagung Nasional 

Belum banyak industri yang memberi nilai tambah dari kayu manis (cassiavera), sehingga Indonesia hanya mengekspor bahan mentah. Akibatnya, importir bisa menekan harga, bahkan rempah ini digunakan sebagai campuran makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan aroma terapi.

Ekspor kayu manis Indonesia sebagian besar dalam bentuk gulungan dan broken, sedangkan dalam bentuk powder masih sangat sedikit. Negara tujuan ekspor utama Indonesia dalam bentuk gulungan adalah Amerika Serikat (41%) dengan nilai US$ 13 juta (2006), sedangkan dalam bentuk broken adalah Singapura (53%).

Baca juga : Prospek Positif Komoditas Lada Nasional 

Selain Indonesia, kayu manis juga dihasilkan oleh Sri Lanka, Tiongkok, Vietnam, dan India, bahkan Hongkong bisa mengekspor olahan dengan harga tinggi. Kebutuhan impor kayu manis dunia rata-rata 100.000 ton per tahun. AS masih importir terbesar, disusul India, Uni Emirat Arab, Meksiko, Belanda, negara-negara Timur Tengah, Singapura, Korea, Brasil, dan Jepang.

Tersebar bebearapa daerah di Indonesia sebagai produsen kayu manis mulai dari yang terluas di Sumatra Barat dan Jambi (80%), terutama di Kabupaten Kerinci. Sebuah perusahaan di Jambi telah memproduksi kayu manis dicampur teh dalam kemasan celup dan mulai dipasarkan ke luar negeri.

Kayu manis dimanfaatkan untuk mengurangi penyakit radang sendi, diabetes, kolesterol, dan lemak dalam tubuh. Harga yang rendah mengakibatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kayu manis harus diperhatikan. Sehingga nantinya pemerintah diharapkan bisa lebih memperhatikan dari segi kebijakan. Masih rendahnya harga di petani adalah sistem tata niaga dan pemasaran yang harus di ubah guna untuk mensejaterahkan petani kayu manis.

Sumber : kemenperin.go.id

Berikan Komentar Anda

avatar