Ikan Tuna Indonesia
Di era 1990-an, Indonesia pernah menjadi raja eksportir tuna dunia. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

NEWSWANTARA –¬†Didukung dengan wilayah geografis yang mencakup dua samudra kunci (hindia dan pasifik), laut Indonesia menyimpan banyak sekali potensi perikanan yang cukup besar salah satunya adalah ikan tuna. Ada satu fakta menarik, bahwa ikan tuna dari laut Indonesia merupakan salah satu yang menguasai pasar ikan tuna di dunia.

Indonesia merupakan produsen ikan tuna terbesar di dunia, dengan hasil tangkapan yang mencapai 5 miliar dollar AS atau hampir Rp 71 triliun dalam setahun. Bila kita hitung, satu dari enam ekor tuna yang ditangkap di dunia selama tiga tahun terakhir ini berasal dari laut Indonesia.

(Baca Juga: Mengukur Potensi Ikan Tuna di Indonesia)

Amerika Serikat menjadi pasar terbesar ikan tuna dari Indonesia. Diketahui, sejak tahun 2014, ekspor ikan tuna Indonesia ke AS mengalami peningkatan hingga 130 persen. Pada tahun 2017, AS juga membeli tuna dengan nilai yang mencapai 1 miliar dollar AS, atau seberat 150.000 ton dari Indonesia. Selain AS, pasar ekspor ikan tuna Indonesia yakni Australia, Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Ikan tuna mempunyai segudang gizi yang sangat bagus untuk kesehatan. Ikan tuna mempunyai kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Selain itu, tuna juga mengandung mineral kalsium, fosfor, besi dan sodium, dan bermacam-macam jenis vitamin. Melihat banyaknya manfaat kesehatan yang diperoleh dari ikan tuna, tak heran jika ikan ini dipasarkan dengan harga yang cukup tinggi.

(Baca Juga: Melimpahnya Hasil Perairan Laut Arafuru)

Data resmi dari Organisasi Pangan dan Pertanian/Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2016 menunjukkan bahwa terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia. Di tahun yang sama, Indonesia telah memasok lebih dari 16 persen total produksi dunia dengan rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol mencapai lebih dari 1,2 juta ton pertahun. Sedangkan pada 2017, volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS.

Dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Indonesia, ikan tuna yang ditangkap terdiri atas Ikan tongkol (Euthynnus affinis), tuna mata besar (Big eye tuna), madidihang (yelowfin tuna), sirip biru (bluefin tuna) dan tuna alalunga (albacor). Ikan-ikan ini sering kali didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) ataupun di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS).

(Baca Juga: Meningkatkan Daya Saing Industri Perikanan Indonesia di Kancah Global dengan Teknologi)

Nilai ekonomi dari perdagangan ikan tuna Indonesia sangat besar dan menjadi sebuah peluang yang harus terus dimanfaatkan. Oleh karena itu, Indonesia harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar perikanan tuna tetap lestari. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen dan konsisten dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya ikan tuna melalui Rencana Pengelolaan Perikanan Tuna, Cakalang dan Tongkol yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 107 tahun 2015.

Rencana pengelolaan tuna nasional ini juga bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan perikanan tuna yang lestari untuk kesejahteraan masyarakat perikanan. Selain itu juga untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional, pasokan protein ikan secara berkelanjutan dan peningkatan pendapatan nelayan serta penyediaan kesempatan kerja di atas kapal perikanan dan unit pengolahan ikan termasuk industri pendukung lainnya yang merupakan cita-cita nasional pemerintah yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan laut sebagai masa depan bangsa.