Pict : pikiran-rakyat.com

NEWSWANTARA – Pencemaran lingkungan di perkotaan kian memperparah pertumbuhan kota yang makin hari kian menyempit. Sungai-sungai di perkotaan mulai tercemar hingga ada yang menyentuh pada kondisi akut.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat, dari 53 sungai di Indonesia yang disurvei, sebanyak 76% dalam keadaan tercemar kotoran organik maupun logam. Mencoba menjawab permasalahan percemaran sungai, siswa dari Darul Hikam International School Lembang membuat inovasi untuk itu.

Inovasinya telah diakui oleh dunia internasional dengan menjuarai internasional World Robot Games 2016 dan menyisihkan ratusan peserta dari 7 negara. Muhamad Raja Rozi dan Nabil Khansa kreatornya, siswa yang masih duduk di bangku SMP kelas 9 patut dijadikan suritoladan bagi teman-temannya.

Dengan ciptaannya, mereka berdua mampu mendapat penghargaan dengan menjuarai kompetisi robotika Internasional dengan prestasi sebagai juara ke-2. Muhamad Raja dan Nabil Khansa tampak teliti. Mereka merakit beragam komponen dalam robot buatannya “underwater robot” sebelum dites.

Setelah siap, maka robot buatannya lantas ditenggelamkan kemudian digerakan melalui radio control. Akan tetapi kemampuan menyelamnya masih terbatas, hanya sampai setengah meter karena, jika menyelam lebih dalam, sinyalnya akan menghilang.

Dengan kemampuan menyelam dan mengambang di permukaan air yang walaupun masih terbatas, Robot ciptaan kreator muda itu juga bisa menghisap benda kecil seperti kelereng dan memindahkannya ke tempat lain.

Suatu ide inovatif datang dari anak muda bangsa yang butuh penyempurnaan ke depannya. Butuh waktu kurang lebih selama satu bulan untuk mengerjakan underwater robot. Waktu tersebut digunakan mulai dari persiapan konsep, persiapan komponen hingga utuh menjadi satu unit robot.

Sementara itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk 1 unit robot kurang lebih sebesar Rp 3 juta, tutur Raja pada salah satu sesi wawancara. Robot karyanya menyelam ke dalam air untuk mengambil kelereng sebanyak-banyaknya dan memasukkannya ke dalam lubang selama 6 menit.

Bukanlah hal yang tidak mungkin jika kedepannya robot karya Raja dan Nabil tersebut akan dikembangkan menjadi sebuah robot pembersih sungai. Robot itu nantinya juga bisa membersihkan sampah dan lumpur di dalam sungai.

Berikan Komentar Anda

avatar