Kapal Paralon
Kapal paralon KM Baruna Fishtama di uji kemampuan berlayarnya dan juga kemampuan menangkap ikan yang dilengkapi dengan jaring insang (gillnet) sepanjang 2.400 meter [Pict : barokahmarine.com]

NEWSWANTARA – Ketersedian bahan kayu dalam pembuatan kapal semakin susah didapatkan. Sementara itu, sebagian besar nelayan di Indonesia masih kebanyakan menggunakan kapal kayu. Mengurangi ketergantungan pembuatan kapal dari bahan kayu, galangan kapal di Pekalongan melakukan inovasi yang mengubah bahan dasar kayu pada kapal di ganti dengan paralon.

Galangan kapal di Pekalongan yang di ketuai oleh Agus Triharsito ini telah melakukan pengembangan kapal paralon yang disebutnya akan lebih membawa dampak positif bagi nelayan. Kapal paralon buatannya mampu bertahan di tengah gelombang selama tujuh jam dan mampu memuat tangkapan lebih besar bagi nelayan.

Baca juga : 

Jika kapal pada umumnya dalam sekali pelayaran membutuhkan 1 ton bahan bakar dengan nilai sekitar Rp20 juta, kapal paralon itu hanya membutuhkan 500 liter bahan bakar dengan nilai Rp10 juta. Perawatan kapal ini bahkan memiliki  kelebihan dimana ketika terjadi kerusakan cukup mengganti paralonnya.

Menurutnya, kapal tersebut juga masih menggunakan material kayu, tetapi hanya sekitar 10% dari total material kapal. Ia memperkirakan kapal buatannya dapat bertahan hingga 50 tahun atau berarti dua kali lipat umur kapal kayu.

Keunggulan kapal tidak berhenti di situ. Dari hasil uji coba KM Baruna Fishtama cukup hemat bahan bakar. Hal ini akan membawa hasil produktif bagi para nelayan dan menambah nilai ekonomis bagi kesejahteraan nelayan. Putra asli Pekalongan ini menjelaskan kapal tersebut dibuat dengan menggunakan 38 buah paralon berukuran 14 inci dan 12 inci. Hampir seluruh, atau tepatnya 80%, bagian kapal itu merupakan produk dalam negeri.

Selain kapal ikan, kapal paralon ini telah dibuat tipe lainnya yaitu kapal penumpang dan kapal wisata. Pesanan untuk kapal paralon pun datang dari berbagai daerah mulai dari Kabupaten Pekalongan sendiri, Singkawang, Banten, Jakarta, hingga Medan.

Kapal karya perusahaan anak bangsa hasil produksi PT Barokah Marine, Slamaran, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, telah di uji coba. Kapal yang diberi nama KM Baruna Fishtama di uji kemampuan berlayarnya dan juga kemampuan menangkap ikan yang dilengkapi dengan jaring insang (gillnet) sepanjang 2.400 meter.

Kapal paralon ini mendapat apresiasi Menristek M.Nasir untuk terus mendorong sertifikasi kapal sehingga kapal ini dapat benar-benar layak berlayar dan dapat menjadi kapal andalan nelayan dalam negeri ataupun untuk dipasarkan ke luar negeri. Untuk mencapai 100% produk dalam negeri, Nasir juga meminta Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk membuat mesin kapal guna melengkapi kebutuhan kapal paralon.

Berikan Komentar Anda

avatar