Pict : Rofiq Alichwan via flickr.com

NEWSWANTARA – Lima unit lokomotif tipe DH CC-330 produksi dari PT Industri Kereta Api (INKA) yang berbasis di Madiun telah dipesan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk persiapan angkutan lebaran 2016 mendatang. Lokomotif yang menjadi terobosan baru anak bangsa khususnya pada bidang teknologi industri kereta api, dengan sebuah produk terbarunya, yakni lokomotif yang memiliki keunggulan tahan banjir.

Lokomotif tahan banjir ini diklaim sebagai lokomotif pertama di dunia yang menggunakan teknologi tahan banjir. Secara spesifikasi, lokomotif DH CC-330 memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan lokomotif lainnya seperti tipe diesel elektrik (DE) CC-204, yakni dirancang untuk tetap bisa berjalan dalam kondisi banjir.

DH CC-330 memiliki sistem kelistrikan yang terintegrasi dengan penggerak diesel hidrolik yang diletakkan di bagian atas lokomotif, sehingga kereta tetap dapat melaju meski rel dalam keadaan tergenang air setinggi 1 meter. Lokomotif ini diklaim yang pertama di dunia yang khusus menggunakan teknologi anti atau tahan banjir

Lokomotif DH CC-330 didesain murni untuk Indonesia, mulai dari warnanya yang merah dan putih, serta karakter mesinnya yang sesuai dengan kondisi geografis yang ada di Indonesia. Lokomotif yang di pesanan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan kepada PT Industri Kereta Api ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 40 miliar.

Lokomotif pesanan Kementerian Perhubungan ini dilatarbelakangi karena, di era teknologi yang semakin berkembang saat ini Indonesia harus mampu untuk memproduksi lokomotif yang bisa dirancang di dalam negeri sendiri serta memiliki keunggulan tahan banjir. Hal ini dikarenakan kereta penumpang dan barang yang ada di Indonesia saat ini harus ditarik menggunakan lokomotif yang didatangkan dari Amerika Serikat, serta rentan mogok saat melewati banjir.

Lahirnya lokomotif DH CC-330 diharapkan mampu merespon keinginan dari Kementerian Perhubungan. Satu diantaranya telah berhasil dikirimkan ke medan, Sumatera Utara, sementara sisanya akan menyusul dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan. Lokomotif ini rencananya akan digunakan sebagai kereta kerja guna mendukung pengerjaan proyek Kementerian Perhubungan di daerah tersebut.

PT INKA tidak menutup kemungkinan bakal menawarkan desain DH CC-330 ke pembeli luar negeri, khususnya kepada negara yang memiliki persoalan banjir. Lokomotif serupa bertenaga 2.200 tenaga kuda (HP) buatan Amerika atau Eropa, rentan mogok saat harus berjalan di rel yang tergenang air.

Saat ini PT INKA tidak hanya memproduksi lokomotif, namun juga kereta atau gerbong pesanan dari PT KAI dan juga negara asing. Di antaranya 150 unit gerbong penumpang pesanan Bangladesh yang nilai kontraknya mencapai USD 72 juta atau sekitar Rp 900 miliar, kereta kedinasan, dan juga kereta ekonomi (K3) serta kereta eksekutif (K1) pesanan PT KAI.

Berikan Komentar Anda

avatar