Pict. ristekdikti.go.id

NEWSWANTARA – Di era saat ini yang semakin menipisnya cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM), tibalah saatnya untuk memikirkan penggunaan energi alternatif pengganti BBM yang dapat digunakan dimasa mendatang.

Semakin menipis cadangan bahan bakar minyak yang ada di muka bumi ini menjadi latar belakang mahasiswa ITS (Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya) untuk mengembangkan motor listrik.

Bekerja sama dengan Garansindo dalam penyempurnaan untuk mewujudkan bentuk prototipe yang sudah mencapai tahap hampir sempurna dengan nama ‘Gesits’ (Garansindo Elecric Scooter ITS).

Si Gesits merupakan bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu negera maju di Asia. Bukanlah nama orang maupunn sebuah perusahaan melainkan prototipe yang akan menjadi pilihan moda transortasi masa depan.

Motor ini kabarnya akan diproduksi pada tahun 2017, dan sudah melewati serangkaian proses pengembangan sejak tahun 2015. Kemungkinan pada tahun 2018 si Gesits sudah bisa dipasarkan.

Untuk mesinnya sendiri, Si Gesits akan mengandalkan mesin bertenaga listrik dengan daya motor sebesar 5KW, dan mengadopsi baterai Lithium Ion. Menariknya, untuk satu kali ulang pengisian baterai, pengguna bisa mengendarai motor listrik ini sejauh 80 – 100 km, sehingga tergolong sangat efisien, dan bisa menjadi salah satu alternatif terbaik selain motor matic berbahan bakar bensin.

Didalamnya sudah ada baterai Lithium Ion berdaya 1.980 WH, dan nantinya penggendara cukup mengisinya dalam waktu sekitar 1.5 sampai 3 jam. Teknologi ini dibuat mirip-mirip motor Zero (motor listrik asal Amerika) yang harganya mencapai Rp 200 juta, sementara itu gesits hanya dibandrol dengan harga sekitar Rp 20 juta.

Satu-satunya komponen yang impor adalah baterai dari Jepang, sedangkan komponen lainnya merupakan hasil riset dan pengembangan yang dilakukan pihak ITS. Harganya bisa rendah lantaran menggunakan komponen lokal.

Motor listrik yang digarap bersama 20 anggota tim ITS itu juga dilengkapi spidometer yang terkoneksi dengan smartphone Android. Tentunya dibutuhan strategi pemasaran yang baik, agar Si Gesits mampu menarik minat konsumen yang telah terbiasa memakai motor matic atau skuter berbahan bakar bensin.

Sebagai negara dengan konsumen motor terbesar di Asia, adanya inovasi yang dibuat oleh anak bangsa ini, kedepannya diharapkan mampu menjadi kompetitor industri motor di Indonesia yang ada saat ini yang sebagian besar adalah produk pabrikan Jepang.

Jika melihat peluang pasar motor dengan jenis matic yang penggunanya sangat tinggi dan diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, inovasi ini akan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat untuk menggunakan kendaraan berbahan bakar elektrik. Disamping harganya yang murah, emisi gas buang yang dihasilkan nol sehingga sangat ramah lingkungan.

Berikan Komentar Anda

avatar