satelit telkom 3S
Roket Ariane 5 yang membawa satelit Telkom 3S dipersiapkan menempati titik luncur di fasilitas milik Arianespace, Kourou, Guyana Perancis [Antara/Puspa Perwitasari]

NEWSWANTARA – Saat ini Indonesia masih bergantung pada asing dengan 7 slot orbit satelit yang digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan penyiaran, diantaranya seperti Palapa C2, Telkom 1, Telkom 2, Palapa D, Cakrawarta I, Cakrawarta II, Telkom 3 dan terakhir satelit Telkom 3S yang akan memperluas jelajah akses di Indonesia.

Slot orbit adalah sumber daya terbatas yang dimiliki secara bersama oleh seluruh negara. Tidak ada satu individu atau negara pun yang dapat memiliki slot orbit, yang dimiliki negara adalah filing satelit, di mana pada satu slot orbit dimungkinkan mendaftarkan beberapa filing satelit dari beberapa negara.

Dalam rencana besar pemerataan akses komunikasi ini, hal paling penting yang dapat diselesaikan oleh teknologi komunikasi via satelit ini adalah teknologi satelit dapat memberikan lebar pita relatif cukup besar untuk lokasi-lokasi yang sama sekali tidak memiliki infrastruktur.

Baca Juga:

Satelit Telkom 3S yang membawa 49 transponder akhirnya resmi diluncurkan sesuai jadwal dari Guiana Space Center di Kourou, Perancis pada 14 Februari 2017 tepat pukul 18.39 waktu setempat serta memiliki masa aktif satelit sekitar 15 tahun sejak peluncurannya.

Satelit Telkom 3S dibuat oleh Thales Alenia Space (TAS), Perancis. Adapun roket peluncurnya, Ariane 5 ECA VA235, merupakan milik Arianespace yang juga berkantor pusat di Perancis dengan nilai nvestasi untuk satelit ini yang mencapai angka sekitar 300 juta dollar AS.

Jumlah yang dibawa satelit Telkom 3S ini lebih banyak dibanding satelit Telkom 1 yang membawa 36 transponder dan satelit Telkom 2 dengan 24 transponder. Slot orbit 118 derajat BT pada Telkom 3S tersebut sebelumnya ditempati oleh satelit Telkom 2. Kemudian, satelit Telkom sebelumnya yakni Telkom 2 yang masih aktif hingga 2022 akan dialihkan ke slot orbit 157 derajat BT.

Satelit Telkom 3S juga telah melalui proses Launch Readiness Review (LRR) berupa pengecekan dan pengujian terhadap elemen dan perangkat pendukung peluncuran. Hal itu meliputi kondisi roket sebagai launch vehicle yang siap meluncur hingga perangkat pendukung lain di area peluncuran.

Menggunakan media komunikasi satelit dua arah dengan via satelit misalnya pada teknologi penginderaan jarak jauh untuk menentukan daerah perairan Indonesia yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Adanya teknologi ini, BPPT dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan.

Departemen Pertambangan juga memperoleh manfaat dari teknologi ini untuk mengetahui lokasi cadangan-cadangan mineral dan minyak bumi. Hal paling penting yang dapat diselesaikan oleh teknologi komunikasi via satelit ini adalah teknologi satelit dapat memberikan lebar pita relatif cukup besar untuk lokasi-lokasi yang sama sekali tidak memiliki infrastruktur untuk itu.

Lokasi-lokasi yang tidak dapat terjangkau oleh kabel, nir-kabel, dan teknologi komunikasi lainnya seperti di tengah hutan rimba, di tengah lautan, di daerah terpencil pegunungan, dan banyak lagi, masih memungkinkan untuk dijangkau oleh satelit.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan koneksi pita-lebar yang relatif cepat pada lokasi seperti ini tidak lain adalah menggunakan media komunikasi satelit dua arah. Prestasi Telkom dengan meluncurkan satelit ini juga merupakan prestasi bagi Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar