Pelabuhan Kuala Tanjung
Pembangunan Dermaga dan Trestle Pelabuhan Kuala Tanjung. [Pelindo 1]

NEWSWANTARA – Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung akan semakin menambah daya tampung pendistribusian sektor logistik di Indonesia. Dibiayai oleh PT Pelabuhan I (Pelindo I), fokus pembangunan pada tahap I Terminal Multipurpose yang ditargetkan selesai pada tahun 2017.

Adanya terminal peti kemas Kuala Tanjung akan mengontrol distribusi kapal-kapal asing yang masuk ke Indonesia. Tahap kedua mengembangkan kawasan industri seluas 3.000 hektar yang ditargetkan selesai pada tahun 2018.

Tahap tiga mengembangkan Terminal Hub Peti Kemas Internasional yang ditargetkan selesai pada 2019. Terakhir, tahap empat adalah pengembangan kawasan industri terintegrasi atau kota pelabuhan yang selesai pada 2023.

Baca Juga:

Terkait penetapan kebijakan status pelabuhan Hub Internasional Peti Kemas, Pelindo I terus berupaya untuk berbenah memperbaiki pelabuhan di Indonesia. Peningkatan fasilitas infrastruktur akan menambah efektifitas serta efisiensi pendistribusian di Indonesia.

Tersedianya kelengkapan peralatan alat Bongkar Muat khusus seperti unit container crane, unit Rubber Tyred Gantry serta dilengkapai juga dengan unit Head Truck dan Chasis dapat meningkatkan kinerja bongkar muat.

Peningkatan bongkar muat petikemas yang signifikan harus didukung fasilitas infrastruktur yang memadai untuk digunakan oleh Sumber Daya Manusia nantinya. Sebagai pembanding,  Pelabuhan Klang di Malaysia bisa (setahun) menampung 10 juta Twenty Foot Equivalent Unit (TEUs), setara duapuluh kaki.

Pulau Batam sekarang diperkirakan 100 ribu TEUs,  Pelabuhan Singapura sekitar 36 juta TEUs per tahun. Sementara potensi arus mobilisasi kontainer yang bergerak di kawasan regional di jalur pelayaran internasional itu diperkirakan 56 juta TEUs per tahun.

Letak strategis wilayah kerja Pelindo I yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang juga merupakan jalur terpadat di dunia. Pelabuhan Kuala Tanjung terletak di Kabupaten Batu Bara. Lokasinya hanya 27 Kilometer (Km) dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Dampak dari pembangunan dan pengembangan Kuala Tanjung sangat besar bagi perekonomian di Kabupaten Batu Bara khususnya dan juga Propinsi Sumatera utara pada umumnya. Pemerintah daerah siap dengan membangun sekolah agar putra-putri daerah dapat bekerja di pelabuhan tersebut nantinya.

Diharapkan Pelabuhan Kuala Tanjung mampu untuk melayani peningkatan demand pada muatan general cargo dan juga peti kemas serta adanya fleksibilitas terhadap pelayanan muatan dan juga peningkatan throughput, dan mampu memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi sehingga daerah hinterland-nya berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi yang datang ke negara lain.

Berikan Komentar Anda

avatar