Pelabuhan Kawasan Industri Morowali
Pelabuhan Kawasan Industri Morowali [Pict : istimewa]

NEWSWANTARA – Kawasan Industri Morowali dibangun untuk mendukung hilirisasi potensi yang ada di daerah Sulawesi Tengah. Pengembangan kawasan industri ini merupakan upaya untuk mendorong tumbuhnya industri nasional. Pengembangan kawasan industri di daerah merupakan upaya untuk penyebaran industri di Indonesia.

Kawasan Industri Morowali akan menghasilkan stainless steel hingga tiga juta ton per tahun pada 2018. Untuk tahun 2017 saja, produksinya mencapai dua juta ton. Kapasitas produksi bisa meningkat karena beberapa industri pengolahan dan pemurnian (smelter) berbasis nikel di kawasan tersebut telah menyatakan minat perluasan usaha dalam waktu dekat.

Baca juga : Menggali Potensi Industri Galangan Kapal di Indonesia 

Pembangunan Kawasan Industri Morowali merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong sektor industri agar lebih merata dengan pengembangan pusat pertumbuhan industri melalui pembangunan kawasan industri. Selain itu, keberadaan kawasan industri Morowali membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

Tercatat angka penyerapannya akan mencapai 80.000 tenaga kerja yang akan bekerja di Kawasan Industri Morowali. Hingga 2020, Kawasan Industri Morowali akan membutuhkan sebanyak 10.800 Tenaga Kerja. Hal ini akan sangat membantu dalam penanggulangan angka pengangguran khususnya di daerah Sulawesi Tengah.

Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah yang merupakan salah satu prioritas dalam program pengembangan basis industri logam. Saat ini kawasan industri berbasis nikel yang dikelola PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) di Kabupaten Morowali, merupakan satu-satunya yang terbesar di Indonesia.

Baca juga : Mendorong Pengembangan Industri Pertahanan Swasta 

Fakta ini merupakan peluang untuk menjadi kawasan industri berstatus obyek vital nasional terbuka lebar. Guna lebih memaksimalkan pengembangan industri di Morowali, maka dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni. Penyiapan SDM yang terampil merupakan faktor penting dalam memacu pertumbuhan industri.

Kawasan industri ini juga akan dibangun menjadi kawasan modern dan terintegrasi dengan seluruh dukungan sarana-prasarana. Pendirian pusat pendidikan seperti Politeknik Industri Logam Morowali misalnya. Sekolah tinggi vokasi yang difasilitasi Kemenperin ini merupakan salah satu best practice dalam pelaksanaan link and match dengan dunia industri.

Pembangunan Kawasan Industri Morowali menjadi salah satu upaya percepatan beberapa pengembangan proyek industri logam di Tanah Air. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019,  pemerintah menargetkan pembangunan 14 kawasan industri di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam nikel yang besar.


Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

avatar