Jembatan Emas Bangka Belitung
Konstruksi Jembatan Emas Bangka Belitung yang kokoh dengan teknologi bascule pertama di regional Sumatera. [Pict : Istimewa]

NEWSWANTARA – Jembatan Emas Bangka Belitung memiliki daya tarik tersendiri dari teknologi yang di terapkan beserta pemandangan saat melintasinya. Jembantan yang membentang sepanjang 785 Meter dengan lebar 23 meter ini merupakan ikon baru Bangka Belitung yang menjadi penghubung antara Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

Baca juga :

Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Pangkal Balam, wilayah Ketapang, Pangkalpinang menjadi jembatan pertama di regional Sumatera yang menerapkan teknologi bascule atau sistem buka tutup yang proses pengerjaannya memakai konsultan ahli dari Inggris.

Jembatan ini membentang daratan Kota Pangkalpinang hingga pesisir Kabupaten Bangka, tepatnya di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang. Membentang di atas aliran Sungai Pangkal Balam yang termasuk wilayah ketapang. Jembatan akan akan buka tutup dalam sehari sebanyak 2-3 kali.

Dari atas jembatan, keindahan Pantai Air Anyir, Pasir Padi yang terletak di Komatadya Pangkalpinang, dan PLTU Air Anyir, di Kabupaten Bangka terlihat jelas. Setiap sore jembatan selalu ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati keindahan ikon baru Provinsi Bangka Belitung.

Antusiasme masyarakat terhadap hadirnya Jembatan Emas Bangka Belitung tersebut cukup besar. Terbukti dengan adanya hibah tanah 3,5 hektare senilai Rp19 miliar dari swasta untuk pengembangan kawasan jembatan. Adanya jembatan ini menandakan pembukaan daerah lintas timur Pulau Bangka yang akan memperluas akses masyarakat.

Pembukaan jalur baru ini akan meningkatkan perekonomian Bangka Belitung yang selama ini didominasi sektor industri timah. Kini dengan dibukanya lintas timur, sektor lainnya bisa menggeliat seperti sektor pertanian. Sektor pertanian di Bangka Belitung sendiri memiliki lada putih kelas dunia yang potensial untuk bisa dikembangkan.

Pembangunan infrastruktur ini akan mempercepat pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bangka Belitung. Karena tidak hanya dikenal sebagai kota timah, pariwisata di Bangka Belitung juga potensial untuk bisa bersaing lebih baik dengan daerah lainnya di Indonesia. ©nws


Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

avatar