Bandara Kertajati
Proses pembangunan bandara internasional di Kertajati [Liputan6/Panji Prayitno]

NEWSWANTARA – Bandara Kertajati, Jawa Barat diharapkan dapat melayani rute penerbangan internasional ke (sister province) dari Jawa Barat berada. Beberapa sister province Jabar diantaranya Daerah Otonom Guangxi Zhuang di China, Perfektur Shizuoka di Jepang, Australia Selatan di Australia, Wallonia di Belgia, Khartoum State di Sudan, dan Souss Massa Region di Maroko.

Bandara ini juga akan melayani rute penerbangan internasional ke Arab Saudi, Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok, Sedangkan untuk rute domestik di antaranya, Medan, Bali, dan Surabaya.

Kehadiran Bandara Kertajati mampu mengurai kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta saat musim haji tiba. Kehadiran Bandara Kertajadi nantinya dapat dijadikan sebagai opsi home base bagi maskapai. Dilihat dari antusias, beberapa airlines telah mengajukan Kertajati sebagai home base-nya.

Saat ini maskapai penerbangan yang sudah berkomitmen akan membuka rute penerbangan di Bandara Kertajati adalah Citilink, Qatar Airlines, Sriwijaya. Terdapat juga Garuda Indonesia dan Air Asia yang ikut berpartisipasi dalam mengisi runway Bandara kebanggan masyarakat Majalengka.

Baca Juga:

Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Pembangunannya di Kecamatan Kertajati membuat sebutan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) sering disebut Bandara Kertajati. BIJB memiliki three letter code “KJT” dari Internasional Air Transport Association (IATA).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penerbangan perdana di Bandara Kertajati dapat dilakukan pada Mei 2018. Saat ini pembangunan sejumlah fasilitas bandara terus dikebut guna mengejar target tersebut. Operasinya soft launching 1 Mei 2018 yang kemudian diikuti dengan grand launching di bulan Juni.

Hadirnya Bandara Kertajati disebut-sebut sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia. Kehadiran bandara ini bisa menjadi solusi pemecah kepadatan sebagai penyangga dua bandara di Tangerang dan Bandung. Bandara ini akan sangat mendorong mobilitas barang dan orang terutama yang berada di Jawa Barat.

Untuk menunjang akses menuju Bandara Kertajati, saat ini sedang dibangun ‎ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Tol ini ditargetkan beroperasi pada 2019. Untuk sementara akses tol menuju Bandara Kertajati memanfaatkan tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

Keberadaan Bandar Udara Internasional Kertajati sangat strategis, karena letaknya berdekatan dengan kawasan ekonomi terpadu, Karawang, Bekasi dan Purwakarta, serta ditunjang dengan infrastruktur transportasi lain. Selain itu, lahan Bandara Kertajati masih luas dengan luas lahan 1.800 hektare serta luas terminalnya yang mencapai 96.000 meter persegi yang bisa menampung 5-11 juta penumpang per tahun. (©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar