Lumbung Pangan Dunia
Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor pertanian (Foto: ilustrasi)

NEWSWANTARA – Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki begitu banyak sumber daya yang cukup luar biasa melimpah untuk bisa mewujudkan sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Salah satu optimisme untuk menjadi lumbung pangan dunia itu terlihat pada keberhasilan pemerintah menerapkan teknologi modern di bidang pertanian untuk lahan rawa seperti water management, mekanisasi, hingga teknologi hilirisasi.

Baca Juga:

Penerapan teknologi pertanian dapat menekan biaya produksi petani, menambah indeks pertanaman, dan meningkatkan produktivitas dan muaranya adalah untuk kesejahteraan petani.

Data Kementerian pertanian menyebutkan terdapat 10 juta hektare lahan rawa yang potensial untuk menjadi lahan pertanian masa depan. Kalau lahan rawa tersebut bisa digarap dengan baik dengan teknologi modern, dan bisa panen tiga kali dalam setahun, maka lahan rawa ini bisa menghidupi populasi Indonesia sampai 1 milyar penduduk pada 100 hingga 200 tahun.

Contoh lain bagaimana optimisme menjadi  lumbung pangan dunia itu dibangun adalah dengan kemampuan Indonesia dalam menerapkan bioenergi B100. Inovasi ini dikembangkan oleh peneliti Kementan. Dengan demikian Indonesia diharapkan tidak kesulitan sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT) dengan menggunakan crude palm oil (CPO).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, pada tahun 2019 ini Indonesia berhasilan menerapkan B100. Negara tetangga baru B7 menuju B10, Indonesia sudah melakukan lompatan dengan melakukan ujicoba pada mobil yang menempuh jarak sejauh 6000 km dengan 100 persen minyak sawit.

Potensi sektor pertanian yang dimiliki Indonesia menjadi angin segar bagi pemerintah untuk mendongrak kondisi ekonomi makro di Tanah Air. Demi mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia, pemerintah telah menebarkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia di tahun 2045.

Langkah kongkrit lainnya demi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia perlahan telah dibuktikan oleh pemerintah sejak dua tahun terakhir dengan menyetop impor jagung dan bawang merah dari Argentina, Thailand, dan Amerika Serikat. Dengan tidak mengimpor jagung, beras, dan bawang merah telah membuktikan bahwa Indonesia bisa tetap makan tanpa impor. Bahkan, tahun 2019 pemerintah juga menargetkan swasembada bawang putih dan gula konsumsi.

Tak berhenti di sana, pemerintah Indonesia juga terus berupaya untuk mencapai swasembada untuk produk lainnya. Tahun 2020, komoditas yang ditargetkan mencapai swasembada adalah kedelai dan pada tahun 2024 gula industri.

Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan standar kebijakan yang ketat bagi daerah di seluruh penjuru Tanah Air untuk mencapai target tersebut. Setiap kepala daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain pun diminta untuk memaksimalkan pembangunan lumbung pangan di wilayah perbatasan agar proses ekspor pangan unggulan Indonesia baik di dalam dan luar negeri dapat tercukupi.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, mulai saat ini peran serta dari masyarakat dan pemerintah tidak bisa lepas dalam mewujudkan mimpi Indonesia menjadi “Lumbung Pangan Dunia” di tahun 2045. Seluruh rakyat Indonesia harus saling bahu membahu untuk terus meningkatkan kontribusi di sektor pertanian agar cita-cita tersebut dapat tercapai dan bukan menjadi impian semata.

Berikan Komentar Anda

avatar