pict : kemenperin.go.id

NEWSWANTARA – Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah kanada sepanjang 99.093 km, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia yang menyimpan kekakayaan laut yang sangat melimpah.

Wilayah Indonesia yang 70% merupakan Lautan, Indonesia menyimpan banyak potensi perikanan yang cukup besar. Dengan potensi yang begitu besar tersebut, pemanfaatannya tidak akan optimal bila tidak menyandingkan unsur teknologi didalamnya.

Dengan teknologi daya saing sektor perikanan Indonesia akan menjadi semakin kuat di pasar global. Pemanfaatan teknologi di bidang perikanan bila dijalankan sebagaimana dengan mestinya akan membuat posisi Indonesia dalam industri makanan laut dan pemrosesan makanan akan berada di puncak. Saat ini posisi Indonesia ada di nomor dua.

Salah satu faktor penting penggunaan teknologi dalam industri makanan laut dan pemrosesan makanan adalah fasilitas pendingin dari makanan itu sendiri. Pasalnya, persebaran makanan hasil laut untuk kebutuhan lokal di Indonesia telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, untuk itu fasilitas pendingin menjadi suatu teknologi yang sangat penting.

Belum lagi, kebutuhan ekspor makanan hasil laut yang kian hari kian menunjukkan peningkatan. Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) pada 2016 memprioritaskan untuk membangun sistem rantai pendingin yang mampu menyimpan kelimpahan pasokan ikan dalam negeri.

Dalam pembangunan program sistem rantai pendingin itu, KKP juga menghimbau industri nasional dan asing untuk membangun fasilitas di dalam negeri. Sistem rantai pendingin juga berperan pada tata niaga ikan segar dan beku. Sistem tersebut diyakini mampu membuka akses pasar ikan dengan harga premium untuk diekspor.

Menurut KKP, dengan populasi penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai angka 263 juta jiwa pada tahun 2017, konsumsi ikan per kapita akan naik menjadi 47,12 kilogram. Angka konsumsi ikan per kapita tahun ini mencapai 43,88 kilogram per kapita. kebutuhan akan tersedianya ikan untuk dikonsumsi pada 2017 besarnya 12,42 juta ton. Tahun ini, kebutuhan tersebut ada di angka 11,39 juta ton.

Organisasi Pangan dan Pertanian Food and Agriculture Organization (FAO) juga melaporkan, data analisa dari industri perikanan global yang menemukan bahwa konsumsi ikan per kapita kini berada pada tingkat tertinggi. Rata-rata warga dunia melahap 19,2 kilogram ikan setiap tahunnya. Pada tahun 2018 jumlah konsumsi ikan diperkirakan akan melebihi ikan tangkap.

Berdasarkan data-data yang ada tersebut, Indonesia memiliki peluang yang cukup besar dalam menjangkau pasar secara global di bidang industri perikanan. Untuk itu, fokus utama yang harus digarap secara serius oleh pemerintah adalah, bagaimana menjaga rantai pasokan makanan laut dan teknologi pengolahan daging ikan seperti penyimpanan makanan dingin, metode pengemasan, dan peralatan serta kebutuhan manajemen pendingin lainnya.

Berikan Komentar Anda

avatar