Potensi ikan tuna di Indonesia
(Foto: kkpnews.kkp.go.id)

NEWSWANTARA – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, potensi memiliki arti sebagai kekuatan, kemampuan, kesanggupan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Potensi yang ada terlebih dahulu harus diidentifikasi lalu dikelompokkan untuk kemudian dikembangkan.

Tanah yang subur, pemandangan alam yang indah, laut yang kaya akan ikan merupakan contoh potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Selain itu keindahan kesenian dan keanekaragaman budaya daerah juga merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki negeri ini.

(Baca Juga: Populasi Indonesia Jadi Potensi Baru Kekuatan Ekonomi Global)

Masing-masing daerah di Indonesia kadang memiliki potensi yang berbeda satu sama lain.  Potensi-potensi yang ada tersebut merupakan sebuah modal penting bagi Indonesia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Secara umum potensi yang terdapat di wilayah Indonesia dapat dibedakan menjadi potensi alam, potensi budaya, potensi sumber daya manusia (SDM). Ketiga potensi yang ada tersebut sangat besar kemungkinannya untuk dikembangkan dalam mendukung kelanjutan masa depan Indonesia. Diberkahi potensi yang berlimpah membuat Indonesia hanyut dalam doktrin-doktrin budaya luar tanpa menyadari potensi yang dimilki.

(Baca Juga: Menilik Kekayaan Flora dan Fauna yang Dimiliki Indonesia)

Keindahan alam, kekayaan sumber daya alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote seakan memburamkan pandangan kita akan besarnya potensi yang berlimpah ruah ini.

Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi alasan bagi penjajah di masa lampau untuk memilih Indonesia sebagai negara jajahannya. Hingga tertulis dalam lirik lagu ‘tongkat kayu dan batu jadi tanaman’ yang menggambarkan betapa suburnya Tanah Indonesia.

Luas Indonesia mencapai 2.001.648,97 km2 dan juga merupakan Negara ke-4 terpadat di dunia. Tidak bisa dipungkiri, kekayaan alam Indonesia sangatlah besar dengan apa yang terkandung di dalam tanah, permukaan, laut, bahkan udaranya yang begitu luas sekalipun. Udara yang selama ini luput dari pembahasan namun memiliki potensi yang besar.

Udara yang tidak Nampak namun dapat dirasakan secara jelas manfaatnya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin (udara yang bergerak) yang menggerakkan benda-benda yang tertiup angin. Potensi udara yang mampu menghasilkan energi terbarukan menjadi potensi yang cukup potensial yang selama ini belum kita disadari.

Indonesia menjadi produsen timah terbesar kedua dunia
Indonesia menjadi produsen timah terbesar kedua dunia setelah China dan pengekspor terbesar di dunia (Foto: kabardahlaniskan.com)

Tidak hanya itu, garis pantai Indonesia merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, hutan tropis terbesar kedua setelah hutan amazon menambah panjang daftar potensi yang dimilki negara ini.

Takar menakar apa yang dimilki Indonesia harus cepat disadari oleh rakyat Indonesia maupun pihak terkait khususnya dalam hal ini pemerintah yang memilki wewenang dalam pengembangan potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan guna membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik, makmur dan sejahtera.

Banyaknya potensi yang dimiliki tidak menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya. Ekspor bahan bakar mineral menempati posisi teratas yang menyumbang devisa terbesar. Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri bahwa kekayaan alam Indonesia masih banyak yang dikuasai oleh pihak asing yang mementingkan kepentingan sendiri.

UUD 1945 pasal 33 ayat (3) menyebutkan, bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Berdasarkan angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan maret tahun 2019, kekayaan itu bukan milik pribumi dan masih jauh dari kata “dipergunakan untuk kemakmuran rakyat“, masih ada 25 juta penduduk miskin di Indonesia.

Ini artinya Negara yang begitu kaya dengan sumber daya alamnya masih belum bisa merasakan sepenuhnya makna dari apa yang dimiliki dengan harapan yang ingin dicapai. Terlena dalam suatu standarisasi yang ditentukan oleh para pemangku kebijakan yang lupa dengan arti dari kata ‘memangku’.

Menyadari bahwa banyaknya intervensi yang dilakukan oleh bangsa asing serta dinamika dari sistem pemerintahan yang ada di negeri ini, Merumuskan suatu kebijakan sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat Indonesia merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dikakukan. Untuk itu langkah kongkrit yang harus dilakukan adalah beralih untuk memberi kesadaran kepada rakyat Indonesia akan pentingnya potensi yang dimiliki sekarang ini.

2
Komentar

avatar
IKE MUSTIKARANI
IKE MUSTIKARANI

KEREN..
bangga jadi orang indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa

JUMARO
JUMARO

YAAAA, INDONESIA MEMANG SUBUR, TAPI PENDUDUKNYA BELUM MAKMUR, KARENA BELUM MEMAKSIMALKAN POTENSI YG ADA, SALAH SATU CONTOH, RUMPUT DI INDONESIA LUAAAAS MENGHIJAU TAPI , YG PELIHARA KAMBING PALING BANYAK PULUHAN EKOR, KALAU DI TIMUR TENGAH, PADANG PASIR YG DI TUMBUHI RUMPUT BISA DI HITUNG,DAN TIDAK SUBUR, TAPI PENDUDUKNYA MEMILIKI RIBUAN KAMBING,,0000 INDONESIA MARI KITA MANFAATKAN ALAM SECARA MAKSIMAL UNTUK KEMAKMURAN KITA.