Pict : detik.com

NEWSWANTARA – Industri kendaraan bermotor (KBM) merupakan salah satu industri yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai industri prioritas dari sisi kepentingan nasional guna meningkatkan produktivitas dan juga pertumbuhan ekonomi. Namun dari sisi produksi, Industri kendaraan bermotor di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Thailand.

Jika melihat data dari produksi otomotif antara Indonesia dan Thailand, maka akan terlihat sangat jomplang di mana Thailand memiliki tingkat produktivitas yang lebih unggul. Kementerian Perindustrian meminta perusahaan otomotif yang ada di Indonesia untuk memperbanyak pabrik mesin dan komponen di Indonesia, bukan hanya sekedar perakitan.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor indonesia (Gaikindo), produksi mobil di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 1.098.780 unit, angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 1.298.523 unit.

Dari sisi ekspor CBU (Compeletely Built Unit) pada tahun 2015 mencapai 207.691 unit, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 202.273 unit. Angka produksi tersebut akan terus tumbuh seiring peningkatan ekonomi nasional. Investasi sektor otomotif pun terus mengalir seiring perbaikan iklim usaha dan penanaman modal.

Baca Juga : Peningkatan Produksi Garam Nasional

Kedepannya Indonesia diharapkan mampu untuk menjadi basis produksi pabrikan otomotif dunia. Bukan hanya sebagai negara tujuan pemasaran. Dengan demikian, produksi mobil dan sepeda motor nasional dapat berorientasi ekspor. Untuk itu pemerintah saat ini tengah memberikan satu perhatian cukup besar pada industri otomotif di Indonesia.

Saat ini Indonesia butuh untuk menarik lebih banyak para investor-investor guna meningkatkan produksi dalam industri otomotif. Berbagai macam fasilitas fiskal dan non fiskal pun juga turut ditawarkan oleh pemerintah guna menjaring para investor untuk berbisnis otomotif di indonesia.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Thailand yang lebih sedikit dari Indonesia akan terlihat aneh, karena dengan jumlah SDM yang lebih kecil, industri otomotif Thailand tingkat produksinya jauh lebih unggul dari Indonesia.

Dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Perindustrian harus memberikan perhatian khusus dalam hal pengembangan dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kedepannya SDM dibidang industri otomotif tidak hanya mampu bersaing dengan SDM dari negara lain, namun juga mampu mengembangkan teknologi industri otomotif di negara sendiri.

Agar dapat mengungguli Thailand dalam industri otomotif, pemerintah akan terus mendorong produksi mobil ramah lingkungan atau LCGC (Low Cost Green Car) yang berbasis listrik, gas atau diesel. Dengan demikian, Indonesia bisa ungguli Thailand dalam 5 tahun kedepan. Pemerintah terus mendorong industri otomotif untuk mampu memproduksi LCGC hingga 400 ribu unit per tahun.

Berbagai macam upaya terus dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong industri otomotif yakni dengan memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi, peningkatan daya saing industri otomotif melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industri otomotif serta memberikan insentif.

Pemerintah berharap dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan guna meningkatkan produktivitas industri otomotif, para pelaku usaha juga harus melakukan identifikasi lapangan secara lebih akurat terhadap selera pasar domestik maupun global yang semakin kritis, terutama pada aspek harga, kualitas, dan pelayanan purna jual.

Sebagai gambaran, saat ini beberapa pabrikan otomotif asal negeri sakura seperti Toyota sudah membangun pabrik mesin, Isuzu dan Mitsubishi juga menyuntikkan terus modal untuk menambah produksi. Pemain besar otomotif asal China, Wuling juga ikut ambil bagian membangun pabrik dengan nilai investasi Rp 10 triliun-Rp 11 triliun di Karawang.

Berikan Komentar Anda

avatar