Sejumlah pesawat saat antre untuk terbang dan mendarat di terminal 3 bandara internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, [Pict : ANTARA/Lucky R]

NEWSWANTARA – Mengudaranya kembali maskapai Merpati menambah geliat kompetisi baru di bidang penerbangan Indonesia. Kompetisi penerbangan di Indonesia memang memiliki potensial. International Air Transport Association (IATA) memperkirakan, jumlah penumpang angkutan udara akan mencapai 7,8 miliar orang pada 2036.

Baca juga :

Kawasan Asia-Pasifik akan menjadi pendorong terbesar permintaan perjalanan udara, mencakup lebih dari setengah penumpang baru dalam dua dekade mendatang. Dari dalam negeri, potensi pertumbuhan penumpang udara di Indonesia masih akan terus meningkat setiap tahunnya.

Kawasan Asia Pasifik dapat menyumbangkan 30% jumlah penumpang secara global. Peningkatan pertumbuhan penumpang udara di Indonesia mencapai 11% per tahun, lebih tinggi daripada rata-rata pertumbuhan di Asia-Pasifik yang hanya 9%. Pertumbuhan ini ditopang dengan bonus demografi Indonesia yang besarnya mencapai 264 juta jiwa.

International Air Transport Association (IATA) memprediksi jika Indonesia akan mencapai pasar terbesar ke 9 di dunia untuk perjalanan domestik. Dengan prediksi ini Indonesia akan meraih keuntungan baik dari segi perdagangan maupun pariwisata mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan.

Industri penerbangan merupakan komponen yang penting untuk menghubungkan penduduknya.  Pertumbuhan selalu diikuti dengan kompetisi akan dijadikan sebagai peningkatan pelayanan terhadap penumpang dengan mengedepan keselamatan para penumpang.

Tarif penerbangan yang semakin terjangkau akan mendorong pertumbuhan perjalanan udara global dalam beberapa tahun ke depan. Komepetisi penerbangan dalam negeri dapat dijadikan sebagai uapaya menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi pasar global yang didapat dilihat secara potensi.

Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara (ASEAN), baik itu dalam hal luas wilayah, jumlah penduduk maupun  perekonomian. Luas wilayah Indonesia adalah 43% dari total luas wilayah ASEAN dan jumlah penduduk Indonesia adalah 41 persen dari total penduduk ASEAN.

Rencana penerapan open sky di ASEAN membutuhkan kesiapan para maskapai penerbangan. Mengingat bahwa  Indonesia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi bisnis penerbangan seiring dengan jumlah penduduk yang cukup besar serta jumlah penduduk kelas menengah yang terus bertambah, potensi nasional ini perlu dijaga sehingga Indonesia tidak menjadi pasar empuk bagi maskapai asing.


Dikelolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

avatar