PLTP Sarulla
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumu (PLTP) Sarulla, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. [Istimewa]

NEWSWATARA – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu PLTP terbesar di dunia. PLTP Sarulla termasuk dalam program percepatan pembangunan ketenagalistrikan 10 ribu MW tahap II. PLTP ini membuktikan bahwa potensi panas bumi di Indonesia begitu besar.

Pembangkit ini dioperasikan oleh Sarulla Operation Limited (SOL), perusahaan patungan berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Terdari dari Itochu Corporation dengan kepemilikan 25 persen, Kyushu electric Power Co. Inc. Jepang sebesar 25 persen, PT Medco Power Indonesia 18,99 persen dan Ormat International Inc. 12,75 persen.

Baca juga : 

Ada pula Inpex Corporation dengan kepemilikan 18,25 persen, setelah mengakuisisi 49 persen saham anak perusahaan Medco pada 2015. PLTP ini terbagi menjadi tiga unit yang dikembangkan di dua lokasi. Pertama, unit I yaitu proyek Silangkitang (SIL) berkapasitas sebesar 1×110 MW.

Kedua, unit II dan III yaitu proyek Namora – I – Langit (NIL) berkapasitas 2×110 MW. Jadi, total kapasitas PLTP Sarulla ini sebesar 3×110 MW, yang menjadi salah satu PLTP terbesar di dunia dari kapasitas yang dihasilkan.

Memakai desain konseptual dari pembangkit listrik tenaga panas bumi unit siklus gabungan (GCCU) dan menyediakan Ormat Energy Converter (OEC), akan menjamin pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan dari sumber daya dalam memberikan Indonesia energi yang bersih, hemat biaya dan kapasitas baseload.

Pembangkit ini menerapkan teknologi flash dan biner yang menghasilkan pembangkit listrik dengan efisiensi tinggi. Selanjutnya, menginjeksikan kembali 100 persen dari uap panas bumi yang sudah terpakai. Dalam proyek ini, Toshiba menyediakan turbin dan generator uap (STGs) panas bumi untuk sistem flash.

Penggunaan tenaga panas bumi menjadi salah satu prioritas nasional di bidang energi, mengingat besarnya potensi panas bumi Indonesia sebesar 11 GW sumberdaya dan 17,5 GW cadangan. Saat ini, kapasitas terpasang sekitar 1.643,5 MW yang merupakan peringkat ketiga terbesar penghasil listrik dari panas bumi di dunia, setelah Amerika Serikat dan Filipina.

Dengan program 10 ribu MW Tahap II yang hampir setengahnya berasal dari panas bumi, Indonesia dapat menjadi negara terbesar pengguna tenaga panas bumi. Pada tahun 2021, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memproyeksikan bahwa Indonesia akan menjadi negara penghasil listrik dari tenaga panas bumi atau geothermal terbesar di dunia.

Berikan Komentar Anda

avatar