Taman Nasional Togean, pict : luwukpost.info

NEWSWANTARA – Tojo una-una (Touna) terletak di Provinsi Sulawesi Tengah yang merupakan satu diantara kekayaan bahari yang dimiliki Indonesia. Dari Touna, bahari Indonesia menjadi bukti nyata ketika menyaksikan panoramanya masih tergolong ‘surga’ di Indonesia.

Pesona yang dipertontonkan masih tergolong natural dalam memancing decak kagum dari potensi bahari timur Indonesia. Kabupaten Tojo Una-Una salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tengah dengan Ibu kota kabupaten terletak di Ampana.

Kabupaten Tojo Una-Una terdiri dari 9 kecamatan di antaranya Kecamatan Tojo Barat, Kecamatan Tojo, Kecamatan Ulubongka, Kecamatan Ampana Kota, Kecamatan Ampana Tete, Kecamatan Ratolindo. Terdiri atas wilayah daratan dan wilayah kepulauan yang luas wilayah daratan sebesar 8,41 persen dengan luas laut ± 3.566,21 km 2.

Terdiri dari daratan dan gugusan pulau-pulau kecil, Touna menyimpan potensi bahari yang sangat potensial. Kepulauan Togean salah satunya yang merupakan kepulauan yang eksotis. Lokasinya yang terpencil dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan manambah daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Kepulauan ini terdiri atas 6 pulau besar dan pulau-pulau yang lebih kecil yang jumlahnya mencapai 60 pulau. Kepulauan yang terletak di kawasan Teluk Tomini ini menyimpan kekayaan alam yang sungguh mengagumkan.

Di kepulauan ini terdapat ratusan jenis terumbu karang, ikan, moluska, dan beberapa jenis hewan yang sudah mulai langka. Kepulauan Togean merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki tiga lingkungan karang yang berbeda yaitu karang atol, karang barier dan karang pantai yang semuanya menjadi habitat dari flora dan fauna laut.

Tidak heran bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Togean sangat terkagum dengan keindahan bawah lautnya. Karang atol ini berbentuk pulau karang yang ditengah-tengahnya terdapat danau yang dalam.

Karang barier merupakan deretan karang yang berjejer mengelilingi pulau menyerupai benteng atau dinding di laut yang melindungi pulau dari terjangan ombak laut. Karang ini di kedalaman 200 meter dan muncul diatas permukaan laut sampai dengan beberapa meter.

Taman Laut Kepulauan Togean, pict : kompas.com
Taman Laut Kepulauan Togean, pict : kompas.com

Tak ada penerbangan langsung ke Kabupaten Touna. Terdapat dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui Gorontalo atau Palu. Jika melalui Palu, perjalanan darat untuk ke Pelabuhan Ampana memakan waktu sekitar 10 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan laut sekitar 4-5 jam menuju pelabuhan Wakai.

Jika dari kota Gorontalo ke Pelabuhan Ferry hanya sekitar 15-20 menit saja dan dilanjutkan perjalanan laut dengan Ferry KM Tuna Tomini menuju Pelabuhan Wakai sekitar 12 jam. Keterbatasan akses untuk dapat menikmati keindahan Touna tidak menjadi halangan.

Berbeda lagi dengan mereka yang ingin mengunjungi kepulauan Togean. Dari Ibu Kota Touna yaitu Ampana, perjalanan kembali dilanjutkan dengan kapal cepat atau kapal ferry. Dalam seminggu, hanya ada 3 kali perjalanan ferry. Dua perjalanan dengan rute Ampana – Pasokan – Dolong – Marisa (di Gorontalo) dan 1 perjalanan dengan rute Ampana – Wakai – Ampana.

Biasanya kapal ferry dapat digunakan dengan mengeluarkan kocek mulai Rp 35.000 hingga Rp 80.000 tergantung dengan rute perjalanan. Sedangkan untuk penginapan, di Kabupaten Touna sudah mulai banyak disediakan penginapan. Memang bukan hotel berbintang, karena saat ini yang datang pun kebanyakan backpacker.

Banyak tersedia penginapan murah mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 1.500.000 terserah pilih yang mana. Tapi menariknya penginapan di sana tak seperti penginapan lain yang mungkin hanya menyediakan sarapan bagi yang menginap.

Menginap di Kabupaten Touna, harga yang ditawarkan per malamnya sudah termasuk makan 3 kali sehari. Biaya hidup di sana yang tergolong masih murah. Anda akan puas dengan keindahan alam yang disuguhkan.

Pesona alam yang dipertontonkan Touna bukan hanya janji semata. Hal ini dibuktikan dengan pencanangan Kabupaten Tojo Una-Una sebagai salah satu daerah tujuan wisata melalui jalur wisata ‘Makassar, Toraja, Tojo Una-Una’ yang disingkat dengan ‘MATOTO’ sebagai destinasi unggulan. Keindahan alam yang patut dijaga keasriannya untuk dapat dijadikan sebagai potensi unggulan dalam mengenalkan Indonesia kepada dunia.

Berikan Komentar Anda

avatar