pict : jogjaprov.go.id

NEWSWANTARA – Pasar malam perayaan sekatenan (PMPS) yang merupakan ciri keistimewaan dari Yogyakarta. Pada tahun ini, perayaan sekatenan memiliki maskot pecut yang diambil dari kisah Sunan Kalijaga yang bermakna sebagai pelecut atau pendorong semangat santri dalam mempelajari agama, khususnya agama Islam. 

Event tahunan kota Jogja ini menjadi salah satu kegiatan yang dinanti masyarakat kota Jogja. Sesungguhnya Sekaten adalah wujud dinamika tradisi budaya Jawa yang religius yang diberi penekanan dan warna khas. Artinya ciri Sekatennya yang religius tetap dilestarikan, bahkan digali dari akar tradisinya.

Semua masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, sosial, dan pendidikan bisa menikmati Pasar Malam Sekaten. Aneka hiburan rakyat juga disajikan oleh pihak penyelenggara khususnya tiap malam dengan adanya pertunjukan seni di panggung utama.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan setiap tahun di Yogyakarta. Perayaan ini diramaikan dengan berbagai acara, seperti pasar rakyat di Alun-alun Utara, pagelaran seni budaya, dan berbagai macam festival yang diadakan selama sekitar satu bulan sebelum Maulid Nabi.

7 hari sebelum Maulid Nabi, gamelan pusaka Kyai Nogo Wilogo dan Kyai Guntur Madu akan dibawa ke paviliun di depan masjid agung, kemudian dimainkan selama seminggu non-stop. Puncak perayaan ini berada pada tanggal 12 Rabi’ul Awal di kalender Hijriah, ketika kita bisa melihat acara Grebeg Muludan yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta.

Acara budaya sekaten merupakan salah satu diantara perayaan maulid nabi yang dinyatakan dengan perpaduan yang menarik. Tidak hanya sekedar perayaan maulid nabi semata, melainkan pergelaran seni budaya hingga berbagai macam festival yang menstimulasi inspirasi tumbuh-mekarnya kreativitas masyarakat.

Oleh karena itu adanya Sekaten diharapkan menjadi wahana berlangsungnya dialog budaya secara luas yang menumbuhkan inspirasi pada kreativitas masyarakat, sehingga bukanlah gebyar yang dituju. Akan tetapi, haruslah memiliki kedalaman makna spiritual, sarat bobot kultural dan punya dampak manfaat ekonomi kerakyatan yang luas.


Sumber : jogjaprov

Berikan Komentar Anda

1 Komentar Pada "Tradisi Tahunan Kota Jogja"

avatar
Deni
Guest

Jogja memang tetap istimewa…