Hiasan Kepala Suku Asmat
Suku Asmat Papua (Foto: Shutterstock/Yolanta)

NEWSWANTARA – Sebagai salah satu suku besar di Papua yang memiliki kearifan lokal luar biasa, Suku Asmat sangat menghormati alam dan kehidupan para pendahulu mereka. Seperti halnya suku-suku di Papua lainnya,

Penghormatan terhadap para pendahulu mereka ditunjukkan dalam kebudayaan Suku Asmat berupa kesenian yang mereka miliki seperti tarian, lagu-lagu, dan ukiran kayu khas Asmat. Salah satu hasil kesenian yang mencolok yang dimiliki oleh suku Asmat adalah hiasan kepala yang begitu memukau.

(Baca Juga: Bahasa Sasak Sebagai Sebuah Penopang Kekuatan Suku Sasak)

Hiasan kepala atau mahkota khas Suku Asmat ini memang tidak memiliki nama khusus. Masyarakat Asmat menyebut mahkota ini hanya sebagai hiasan atau mahkota yang mereka anggap bagian dari pakaian adat.

Bentuk mahkota ini sebenarnya menyerupai sebuah anyaman pucuk daun sagu yang dapat diikatkan ke kepala. Beberapa bulu burung dipasang di sekitar anyaman dan menjadi aksesoris yang memperindah mahkota.

Bulu burung pada mahkota ini diambil dari burung-burung yang mempunyai arti penting bagi Suku Asmat seperti burung Kasuari atau burung Kakatua putih. Seperti halnya burung-burung ini, mahkota ini pun bermakna penting bagi suku Asmat.

(Baca Juga: Suku Bajau Jadi Bukti Tubuh Manusia Mampu Beradaptasi di Dasar Laut)

Mahkota yang berbentuk hiasan ini merupakan bagian dari pakaian adat suku Asmat yang diletakkan di atas kepala, tempat tertinggi dari tubuh manusia. Hal ini seakan memberikan sebuah makna bahwa masyarakat Asmat meletakkan penghormatan tertinggi kepada alam yang telah memberikan mereka kehidupan.

Konstruksi mahkota yang didapat dari benda-benda alami adalah sebuah simbol akan kekuatan alam yang menaungi kehidupan suku Asmat. Bagi masyarakat Asmat khususnya kaum pria, mahkota ini merupakan sebuah penghormatan kepada roh nenek moyang dan leluhur mereka. Mereka yakin bahwa setiap apa yang menempel di tubuh mereka akan berpengaruh besar dalam kehidupan yang mereka jalani.

Hingga sampai saat ini, mahkota kepala Suku Asmat memang tidak banyak diulas dalam berbagai kajian. Para peneliti yang pernah mengkaji suku ini umumnya hanya mengulas pakaian sekaligus atributnya memiliki makna dan fungsi yang tidak jauh berbeda.

Hiasan kepala ini banyak dipakai dalam acara-acara adat layaknya pakaian adat yang digunakan di tubuh. Jadi, para pria Asmat akan memakai hiasan kepala ini ketika ada upacara-upacara tertentu dan pada saat mereka mengadakan penyelenggaraan tarian.

Eksistensi hiasan kepala ini memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Asmat. Mahkota ini seperti sebuah simbol yang menunjukkan jati diri mereka kepada dunia. Selain itu, mahkota ini adalah sebuah perwujudan kearifan lokal yang dimiliki suku Asmat terhadap alam dan leluhur mereka.

Hiasan kepala ini bukanlah sekedar hiasan belaka, namun merupakan suatu nilai adat istiadat Suku Asmat yang terus membuat suku ini bertahan hingga saat ini. Mahkota ini memiliki arti penting bagi jati diri dan keberadaan Suku Asmat.