Tari Jaipong Khas Jawa Barat
Tari Jaipong. (Foto: Agus Bebeng/Antara Foto)

NEWSWANTARA – Indonesia tak hanya kaya akan suku dan bahasa, namun juga kaya akan tari tradisional yang masih eksis hingga sekarang. Tari Jaipong dikenal luas oleh masyarakat kita. Meski berada di era modern, tari tradisional yang satu ini masih sering ditampilkan untuk berbagai macam acara.

Jaipong berasal dari Bandung, Jawa Barat yang terdiri dari beberapa gerakan sekaligus di antaranya tari ronggeng, Ketuk Tilu dan Pencak. Pada masa awal terciptanya tari Jaipong lebih dikenal sebagai tari pergaulan antar masyarakat. Keunikan pada gerakannya menjadi ciri khas yang membuat Jaipong digemari oleh masyarakat, terutama warga Jawa Barat.

(Baca Juga: Tari Kipas Pakarena: Tarian Adat dengan Konsep yang Unik)

Seorang budayawan bernama Gugum Gumbira adalah pencetus tari ini, ia juga berasal dari Bandung, Jawa Barat. Tak sedikit yang menggolongkan tari Jaipong sebagai tari kontemporer atau jenis tarian modern. Biasanya tari Jaipong diiringi oleh musik khas yakni degung yang terdiri dari beberapa alat musik seperti Rebab, Kecapi, Gendang, Saron, Gong dan lain-lain.

Rebab merupakan sebuah alat musik yang digunakan dengan memetik senarnya. Ada tiga senar yang terdapat pada Rebab yang berfungsi sebagai iringan pelengkap tari Jaipong. Selain itu, ada pula Gong yang dimainkan dengan memukulnya dengan alat pemukul khusus sehingga menciptakan bunyi bertempo sebagai musik pengiring.

Sedangkan alat musik lain adalah Kecrek yang terdiri dari beberapa komponen seperti lempengan logam. Cara menggunakannya cukup mudah yakni dengan dipukul-pukul ringan sehingga menghasilkan bunyi. Biasanya, Kecrek menjadi alat musik untuk memberi aba-aba pada para penari Jaipong.

(Baca Juga: Mengenal Sasando, Alat Musik Tradisional Khas Rote)

Alat selanjutnya ialah Gendang. Iramanya yang merdu dan menyenangkan membuat penari bergerak dengan sangat serasi sehingga tarian tampak indah dan menarik. Gendang dimainkan dengan cara ditabuh menggunakan tempo yang agak cepat. Lalu ada pula kecapi sebagai pelengkap iringan musik.

Jaipong merupakan sebuah tarian yang memiliki gerakan-gerakan lincah dengan pola zig-zag dan pola lantai lurus. Beberapa gerakan tari Jaipong di antaranya ada Bukaan, Pencungan, Ngala dan Mincit.

Sesuai dengan namanya, gerakaan Bukaan merupakan gerakan pembuka yang ditunjukkan dengan berjalan memutar sembari memainkan selendang yang terpaut di leher penari. Sementara Pencungan adalah gerakan dengan tempo cepat dan semangat dengan irama yang sesuai.

(Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Ritual Tarik Batu Masyarakat Sumba)

Sedangkan Ngala yakni merupakan gerakan patah-patah sebagai perpindahan dari satu gerakan ke gerakan lain yang menjadi salah satu ciri khas dari tari Jaipong dan Mincit juga menjadi bagian dari gerakan utama tari Jaipong.

Untuk memperindah konsep tarian, tentu memerlukan kostum yang sesuai. Biasanya para penari akan menggunakan Sinjang, Sampur dan Apok. Sinjang merupakan celana kain yang panjang dan menjadi pakaian awal penari Jaipong sebelum menggunakan pakaian tari yang lain.

Sedangkan Sampur adalah kain panjang serupa selendang yang menjadi salah satu komponen tari yang memperindah gerakan. Selendang ini dikalungkan pada leher penari dan menjadi ciri khas tari Jaipong. Sementara pakaian terakhir yakni atasan bernama Apok dengan kancing di bagian depan.