Sumber: IPMLU Yogyakarta

NEWSWANTARA – Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadi identitas masing-masing daerah yang ada di Nusantara. Budaya yang harus dijaga dan dilestarikan khususnya untuk generasi penerus agar dapat mempertahankan identitas sebagai budaya Indonesia. Generasi yang harus menjaga dan melestarikan dari apa yang telah diwarisi dari generasi sebelumnya.

Mengusung tema “Eling Sira Maring Wiwitan” acara tahunan yang diprakarsai oleh Ikatan Pemuda Lombok Utara (IPMLU) menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya Lombok Utara. Serangkaian acara yang dimulai dengan kirab budaya diikuti oleh seluruh perwakilan mahasiswa se-nusantara. Dimulai dari UPT Malioboro hingga finish di Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta (24/09/2016)

Kirab budaya yang dikuti oleh beberapa IKPM di Kota Yogya tidak hanya menampilkan budaya Lombok Utara semata. Sekitar 20 IKPM dan komunitas mengambil peran dalam meramaikan acara Gawe Beleq yang kini memasuki tahun ke 2.

Acara yang diinisiasi oleh IPMLU Yogyakarta mendapat respon postif dari masyarakat khususnya masyarakat Jogja. Kemudian dilanjutkan dengan Presean pada sore harinya. Presean merupakan kesenian bela diri adu ketangkasan yang membutuhkan nyali besar bagi yang belum pernah mencobanya.

Sumber: IPMLU Yogyakarta
Sumber: IPMLU Yogyakarta

Masyarakat pun ikut terlibat dalam hal ini untuk mencoba presean hanya sekedar ingin merasakan sensasinya. Hingga pada malam tiba yang menjadi puncak acara dengan menampilkan berbagai macam kesenian dan kebudayaan Lombok Utara.

Menjadikan budaya sebagai benang merah acara berhasil menarik perhatian masyarakat terlebih pelaksanaannya di kota Yogja. Bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa kota yang mendapat istilah small Indonesia menjadi pilihan untuk bisa mempromosikan budaya yang ada di Indonesia.

Senada dengan tanggapan dari pemerintah Lombok Utara yang mendukung penuh atas keberlangsungan acara ini. Pelaksanaannya di Kota Yogya sangat tepat dengan kebudayaan yang diperlihat Kota Yogyakarta yang masih terjaga hingga saat ini. Kota dengan tingkat keterbukaan sangat patut dijadikan contoh untuk kota lainnya.

Pelaksanaan Gawe Beleq yang merupakan agenda tahunan Pemkab Lombok Utara diharapkapkan dapat membranding Pulau Lombok terlebih untuk Lombok Utara. Potensi Lombok Utara dengan segala kekayaan serta kebudayaan diharapkan dapat dikenalkan kepada masyarakat luas yang mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Gencarnya promosi yang dilakukan lombok Utara merespon langkah pemerintah dalam memajukan sektor pariwisata. Untuk tahun 2019, sektor pariwisata diprediksi menjadi penyumbang devisa terbesar yang sekarang dipegang oleh sektor migas. Tidak hanya itu, dalam kelompok G-20 indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi sekitar 4 sampai 4,5 persen.

Promosi yang diambil Pemkab Lombok Utara merupakan langkah bijak setelah Pulau Lombok di nobatkan menjadi wisata halal. Predikat World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination dapat menjdi power pariwista Lombok dalam bersaing dengan daerah lainnya maupun negara lainnya.


Baca Juga:

Berikan Komentar Anda

avatar